Sekolah Rakyat Gratis Berasrama, Sasar Anak Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Sekolah Rakyat menjadi program pendidikan gratis berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Sekolah Rakyat menjadi program pendidikan gratis berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

JAKARTA - Sekolah Rakyat menjadi program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Calon siswa diprioritaskan dari kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Desil 1 mencakup rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah 1 hingga 10 persen secara nasional. Sementara desil 2 mencakup kelompok 11 hingga 20 persen terbawah. Dengan sasaran tersebut, program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

Pemerintah menjadikan Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi. Program tersebut juga diarahkan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia melalui pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Siswa Unjuk Bakat Multibahasa

Meski kondisi ekonomi menjadi dasar utama, status keluarga bukan satu-satunya syarat masuk Sekolah Rakyat. Calon siswa tetap harus melalui proses seleksi secara bertahap.

Tahap awal dilakukan melalui verifikasi kondisi ekonomi untuk memastikan calon peserta memang berasal dari keluarga miskin. Setelah lolos verifikasi, calon siswa mengikuti tes akademik untuk mengukur kesiapan serta kemampuan belajar.

Sekolah Rakyat dibuka untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Konsep pendidikan yang diterapkan berupa boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh biaya pendidikan ditanggung negara sehingga siswa mendapatkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya sekolah.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Siswa Unjuk Bakat Multibahasa

Kurikulum Sekolah Rakyat mengacu pada standar pendidikan nasional. Namun, terdapat tambahan pembelajaran yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, serta keterampilan.

Konsep berasrama juga membuat kebutuhan siswa tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas. Fasilitas yang disiapkan mencakup asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, dan sarana olahraga. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung lingkungan belajar yang nyaman bagi para siswa.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Berdasarkan informasi dalam transkrip, sejumlah pihak yang terlibat antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Badan Kepegawaian Nasional, serta pemerintah daerah.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai perizinan, penyiapan guru, pengembangan kurikulum hingga kebutuhan teknis penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Kementerian Sosial disebut akan mengoperasikan Sekolah Rakyat mulai tahun ajaran 2025-2026. Menteri Sosial Saifulah Yusuf atau Gus Ipul menyebut terdapat 65 titik yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Jumlah tersebut masih dapat bertambah. Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Sosial masih melakukan verifikasi terhadap 35 titik lainnya.

Baca Juga: Jangan Buram, Begini Ketentuan Foto Sertifikat untuk Plot Bidang di Sentuh Tanahku

Sebanyak 65 titik tersebut diproyeksikan dapat menampung total 6.800 siswa. Jika 35 titik tambahan dinyatakan layak, kapasitas keseluruhan Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai 10.000 siswa.

Pemerintah juga menargetkan 100 titik Sekolah Rakyat dapat dimulai pada Juli tahun tersebut.

Salah satu lokasi yang disebut dalam transkrip merupakan bagian dari Sentra Handayani. Area seluas 1,2 hektare disiapkan untuk Sekolah Rakyat yang mampu menampung 75 siswa jenjang SMP.

Baca Juga: Honda Brio Satya CVT Jadi Mobil Terlaris di Indonesia, Ini Alasan dan Kekurangannya

Calon siswa bersama orang tua juga telah dikenalkan dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di lokasi tersebut. Sekolah Rakyat disebut sebagai salah satu program gagasan Presiden Prabowo Subianto dengan Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab.

Program ini pada akhirnya diarahkan untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan sistem pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi lingkungan pendidikan yang mendukung siswa sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Pendidikan Gratis Boarding School kemensos Prabowo Subianto Sekolah Rakyat