BLITAR KAWENTAR - Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang memasuki usia 200 tahun atau dua abad pada 2025. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan pendidikan pesantren, syiar Islam, serta perjuangan masyarakat.
Berdirinya Pondok Pesantren Bahrul Ulum memiliki sejarah yang erat dengan proses perjuangan melawan penjajahan. Dalam sejarah awalnya, perjuangan tersebut berkaitan dengan Pangeran Diponegoro. Dari proses perjuangan itu kemudian berdiri sebuah padepokan yang menjadi bagian dari cikal bakal perkembangan pesantren.
Dalam perkembangannya, Padepokan tersebut terus mengalami perubahan dan berkembang menjadi lembaga pendidikan pesantren. Pada masa berikutnya, KH Abdul Wahab bersama saudara-saudaranya turut membantu mengelola pesantren.
Baca Juga: Kantah Kabupaten Blitar Sosialisasikan Sertifikasi Tanah Wakaf di Pondok Pesantren Jati Sanan
Pada periode tersebut, identitas yang sebelumnya dikenal sebagai Pondok Tambakberas kemudian berubah menjadi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Nama tersebut kemudian melekat sebagai identitas pesantren yang berkembang hingga saat ini.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan perjuangan para muasis atau pendiri dan pengasuhnya. Salah satu tokoh yang disebut dalam perjalanan tersebut adalah KH Abdul Wahab Hasbullah.
KH Abdul Wahab Hasbullah dikenal sebagai salah satu inspirator, perintis, pendiri, sekaligus penggerak Nahdlatul Ulama. Kiprahnya tidak hanya berkaitan dengan perkembangan pesantren, tetapi juga perjuangan umat Islam di tingkat nasional dan internasional.
Salah satu perjuangan yang disebut dalam sejarah tersebut berkaitan dengan pembentukan Komite Hijaz. Komite tersebut memiliki tujuan agar makam Rasulullah Nabi Muhammad SAW tidak digusur.
Dalam perjuangan itu, KH Abdul Wahab disebut berhasil bertemu dengan raja untuk menyampaikan harapan para ulama Nusantara. Perjuangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Warisan perjuangan para muasis tersebut kemudian tidak hanya terlihat dalam bentuk keberlangsungan pesantren. Karakter cinta ilmu, semangat juang, serta kemampuan berorganisasi juga diharapkan terus diwariskan kepada zuriah, santri, dan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Baca Juga: Mahasiswa UNISMA Jalani Program KSM Nusantara, Bantu Pondok Ramadan Janda Lansia di Blitar
Memasuki usia dua abad, Pondok Pesantren Bahrul Ulum terus menjalankan perannya dalam pendidikan dan pengembangan keilmuan. Pesantren berupaya menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter kepesantrenan.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Bahrul Ulum tidak hanya berkaitan dengan usia lembaga. Dua abad perjalanan menjadi gambaran panjangnya proses pendidikan, perjuangan, dan pengabdian yang terus berlangsung dari generasi ke generasi.
Ke depan, keberlangsungan pesantren diharapkan tetap mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Para pengasuh juga diharapkan terus menjaga persatuan untuk memperkuat perjuangan dalam menegakkan Islam dan kemaslahatan umat.
Editor : Azahra Meilisani Salma