BLITAR KAWENTAR- Cara menggunakan laman simulasi TKA 2026 dapat dilakukan dengan memilih jenjang pendidikan, mata pelajaran, mengisi data peserta, hingga memasukkan token. Namun, simulasi TKA yang disediakan untuk satuan pendidikan memiliki tujuan berbeda dengan laman latihan soal bagi calon peserta.
Simulasi TKA merupakan bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan TKA tahun 2026. Mengacu pada surat edaran Kepala BSK BSKAP nomor 0505-B/F4/SK.02.02/2026 tanggal 6 Februari 2026 tentang pelaksanaan TKA dan Silindjar tahun 2026, simulasi dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan.
Dalam laman beranda yang ditampilkan pada tutorial disebutkan bahwa simulasi bertujuan melakukan pengukuran kemampuan terhadap infrastruktur di tingkat satuan pendidikan. Artinya, simulasi tersebut bukan ditujukan sebagai ajang latihan soal bagi calon peserta TKA.
Bagi calon peserta yang ingin berlatih mengerjakan soal, tutorial tersebut mengarahkan pengguna untuk memanfaatkan laman "Ayo Coba TKA".
Baca Juga: Token Wajib! Begini Cara Login Simulasi TKA Online 2025 untuk Siswa SD hingga SMK
Pilih Jenjang dan Mata Pelajaran
Untuk mengakses laman simulasi TKA, pengguna diarahkan menuju halaman simulasi yang tersedia pada laman Pusmendik. Setelah halaman terbuka, pengguna perlu memilih jenjang pendidikan sesuai dengan satuan pendidikan masing-masing.
Pilihan jenjang yang ditampilkan mencakup SMA, MA, SMK, MAK sederajat, SMP, MTs sederajat, serta SD/MI sederajat. Setelah memilih jenjang tersebut, pengguna akan menemukan pilihan mata pelajaran wajib.
Untuk jenjang SMP/MTs sederajat, mata pelajaran wajib yang ditampilkan terdiri atas Matematika dan Bahasa Indonesia. Dalam contoh, Bahasa Indonesia dipilih sebagai mata pelajaran yang akan digunakan dalam simulasi.
Setelah menentukan mata pelajaran, pengguna dapat mengeklik tombol "Mulai Simulasi". Sistem kemudian mengarahkan pengguna ke halaman berikutnya. Pada halaman tersebut terdapat tampilan selamat datang. Username dan password sudah disediakan secara otomatis sehingga pengguna dapat langsung mengeklik tombol "Login".
Baca Juga: Link Simulasi TKA Online 2025 Resmi Pusmendik: Siswa Bisa Latihan dari SD hingga SMK
Setelah berhasil masuk, pengguna diarahkan ke bagian konfirmasi data peserta. Pada tahap ini, beberapa informasi perlu diisi sebelum dapat melanjutkan pengerjaan simulasi.
Pengguna perlu menentukan jenis kelamin, memasukkan nama peserta, serta memilih tanggal, bulan, dan tahun lahir. Data tersebut harus disesuaikan dengan peserta yang akan mengikuti simulasi.
Masukkan Token Sebelum Mengerjakan
Tahap berikutnya adalah memasukkan token. Pada halaman konfirmasi data peserta tersedia kolom untuk menginput kode token. Token dapat disalin dari bagian yang tersedia di halaman. Pengguna dapat mengeklik tombol "Salin", kemudian menempelkan token ke kolom yang disediakan.
Untuk menempelkan kode pada perangkat komputer, pengguna dapat menggunakan kombinasi Ctrl+V. Alternatif lainnya adalah mengeklik kanan lalu memilih opsi "Tempel". Jika token perlu diperbarui, tersedia pula tombol "Refresh". Pengguna dapat mengeklik tombol tersebut untuk melakukan penyegaran token sebelum menyalin kode yang baru.
Baca Juga: Syarat dan Jadwal Penting TKA 2025 untuk SMA, SMK, dan Paket C
Setelah token dimasukkan, pengguna perlu memastikan data peserta, termasuk nama dan tanggal lahir, sudah diisi. Setelah seluruh bagian yang diperlukan lengkap, pengguna dapat mengeklik tombol "Submit". Proses ini menjadi tahap sebelum peserta dapat melanjutkan ke soal yang tersedia dalam simulasi TKA.
Tutorial juga menegaskan kembali perbedaan antara simulasi dan latihan soal. Simulasi yang dijelaskan ditujukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan TKA, khususnya untuk mengukur kemampuan infrastruktur pada tingkat satuan pendidikan.
Secara umum, alur penggunaan laman simulasi TKA yang ditampilkan dalam tutorial dimulai dari memilih jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Setelah itu, pengguna masuk menggunakan username dan password yang telah tersedia, mengisi data peserta, memasukkan token, kemudian menekan tombol "Submit".
Untuk SMP/MTs sederajat, mata pelajaran wajib yang tersedia adalah Matematika dan Bahasa Indonesia.
Dengan mengikuti tahapan tersebut, pengguna dapat melanjutkan proses menuju soal yang tersedia dalam laman simulasi TKA.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber