BLITAR - Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang ikhlas dan berani. Ikhlas dalam artian mencakup perjuangan, pengorbanan, dan dedikasinya untuk negara ataupun masyarakat. Sementara jiwa yang berani, yakni bisa menjadi negara yang besar di mata dunia.
“Karena selama ini kita selalu dibawah tekanan bangsa Barat. Hanya menjadi budak ataupun buruh,” kata perempuan yang karib disapa Zalfa.
Warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo ini berharap pemilu 2024 muncul sosok pemimpin yang berani dan tegas.
Membalikkan fakta bahwa masyarakat Indonesia bukanlah budak negara manapun.
Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi macan asia di mata dunia. Mengambil alih perusahaan asing yang ada di Indonesia.
Sebagai pemilih pemula, perempuan 19 tahun ini mengaku sangat excited. Dia tidak sabar menunggu momen untuk menyuarakan pilihannya.
Kini, Zalfa mulai menelaah sosok pemimpin yang pas dan cakap. Namun, tetap kritis tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan.
Euforia pemilu bukan lagi menjadi hal yang asing. Sebab, banyak keluarga yang berkecimpung di dunia politik. Sehingga, ikut merasakan kesibukan para calon ketika masa kampanye seperti saat ini.
“Bukan hanya sekedar ikutikutan tren di tiktok atau media sosial, namun juga harus berani menentukan pilihan sendiri,” terang Mahasiswi Universitas Airlangga ini.
Menurut dia, politik hanyalah jembatan bagi mereka yang terpilih untuk mengayomi masyarakat Indonesia. Sebagai pemimpin harus bisa memanfaatkan jabatan untuk bisa menggapai kesejahteraan masyarakat.
“Dan, menggapai masa depan Indonesia yang sukses,” tandasnya.***
Editor : Doni Setiawan