BLITAR - Berbagai upaya dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar untuk menyukseskan jalannya pemilihan umum (pemilu) serentak di Kota Blitar.
Salah satunya melalui penjaringan pembentukan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS). Bawaslu Kota Blitar melakukan koordinasi pembentukan PTPS, 23 Desember 2023.
Menghadirkan audiens di tingkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan organisasi kampus se-Kota Blitar seperti UNU maupun Unisba.
Selain itu juga unit komunikasi publik (UKP) yang terdiri dari PMII, HMI, GMNI, pengawas kecamatan (panwascam), serta panwascam kelurahan/ desa (PKD) se-Kota Blitar.
Kegiatan berlangsung lancar di Hall Grand Mansion Hotel. Bawaslu menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar sebagai narasumber, yakni Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya. Usai pemberian materi dilanjutkan dengan diskusi.
Audiens diberi kesempatan menyampaikan beberapa pertanyaan hingga masukan untuk menyukseskan rangkaian Pemilu 2024.
“Tadi kami sampaikan tentang persiapan rekrutmen PTPS. Termasuk kriterianya serta jadwal rekrutmen. Juknisnya sudah ada dan akan kami pelajari lebih lanjut sebelum kami informasikan ke masyarakat,” kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, M Nur Aziz, kepada koran ini kemarin.
Aziz menjelaskan, petugas PTPS harus memenuhi kriteria-kriteria khusus. Yaitu, usia minimal 21 tahun, pendidikan minimal SMA, harus menjalani tes kesehatan, dan sebagainya. Bawaslu mempersiapkan secepat mungkin rekrutmen PTPS tersebut.
Sebab, lanjut dia, tugas PTPS di lapangan mulai tahap pemungutan suara sampai hasil penghitungan terakhir.
“Karena masa kerjanya bisa sampai malam, kami segera melakukan penjaringan awal melalui tokoh-tokoh masyarakat yang ada,” paparnya.
Petugas PTPS dan KPPS, jelas Aziz, akan berjalan secara beriringan. Tujuannya jelas untuk mengawal jalannya pemilu serentak 2024. Hanya teknisnya yang berbeda. KPPS melaksanakan hal-hal teknis, sedangkan PTPS melakukan pengawasan. “Kami berupaya membentuk pengawas yang cakap untuk melancarkan jalannya pemilu,” terangnya.
Menurut dia, Bawaslu Kota Blitar sudah banyak melakukan upaya-upaya untuk ikut menyukseskan Pemilu 2024. Seperti menggandeng banyak partisipan yakni kelompok pegiat sosial media, pelaku UMKM, kelompok difabel, dan bekerja sama dengan kampus atau perguruan tinggi. Dengan begitu, proses pemilu di Kota Blitar dipastikan dapat berjalan kondusif.
Melalui penjaringan awal ini, jalannya pemilu 2024 diharapkan berjalan lancar, damai, aman, dan nyaman dengan menggandeng banyak partisipan untuk ikut mengawasi jalannya pemilu secara maksimal. Beberapa masukan dari peserta juga diakomodasi. “Seperti dalam diskusi tadi, misalnya terkait money politic hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Makanya, jika ada pelanggaran-pelanggaran bisa segera kami sikapi,” tandasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra