Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persiapan Hadapi Pilwali Kota Blitar 2024 , Perlu Penjajakan dengan Parpol Lain

M. Subchan Abdullah • Kamis, 7 Maret 2024 | 00:00 WIB

 

 

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

KOTA BLITAR – Kontestasi politik pada Pilkada 2024 diprediksi bakal lebih menantang. Sebab, ada pendatang baru di kursi legislatif masa kerja 2024-2029.

Ya, kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN) yang berhasil menduduki kursi DPRD Kota Blitar bakal mewarnai hiruk pikuk perpolitikan di Bumi Bung Karno. Setelah 20 tahun gagal melenggang di legislatif, pada Pemilu 2024 lolos. Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kota KPU Kota Blitar, PAN meraih suara sebanyak 9.084.

Ketua DPD PAN Kota Blitar, Heri Romadhon mengungkapkan, Pemilu 2024 merupakan keberuntungan bagi PAN. Hasil pemilihan legislatif menunjukkan PAN mampu meraih tiga kursi di DPRD Kota Blitar. ”Apalagi caleg terpilih merupakan pendatang baru. Jadi, kami harus melakukan pembekalan terhadap mereka agar menjadi anggota dewan yang berkualitas,” katanya, kemarin (5/3).

Terkait persiapan menghadapi pilkada, ungkap Heri, PAN akan melihat konstelasi politik di Kota Blitar. PAN juga perlu mengamati dinamika perpolitikan mulai tingkat pusat, provinsi, hingga daerah. ”Kami akan meminta arahan dari DPW/DPP terkait persiapan pilkada. Harapannya bisa ikut mewarnai pertarungan pilkada di Kota Blitar,” terangnya.

Dengan perolehan tiga kursi, tentu sulit bagi PAN untuk mengusung calon kepala daerah (cakada) yang akan maju bertarung di pemilihan wali kota dan wakil wali kota Blitar alias pilwali. Karena itu, PAN membutuhkan koalisi dengan partai politik (parpol) lainnya. Potensi koalisi itu bisa terjadi dengan komunikasi politik yang terus dijalin masing-masing parpol.

Apakah PAN nanti berkoalisi dengan Partai Gerindra, Golkar. atau parpol lain yang persis dengan koalisi di pilpres paslon 02? Heri mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan bisa membentuk koalisi seperti paslon 02 di pilpres. ”Itu nanti bisa dilakukan penjajakan lebih lanjut. Tetapi, bisa jadi juga terbuka untuk parpol lain (di luar paslon 02),” terangnya.

Anggota DPRD Provinsi Jatim ini mengaku bahwa sebagai pemain baru di perpolitikan Kota Blitar memang perlu pendekatan dengan parpol lain. Khususnya dengan parpol yang telah mewarnai konstelasi politik di Bumi Bung Karno. ”Prinsip kami terbuka berkoaliasi dengan partai politik mana pun. Selama parpol tersebut mempunyai kursi di legislatif,” ujarnya.

Sebelumnya, Partai Gerindra Kota Blitar menyatakan terbuka untuk membangun koalisi dengan parpol lain. Namun, partai berlambang burung garuda itu belum berani membahas lebih lanjut terkait persiapan pilkada. “Kami masih fokus tentang hasil pileg,” ujar Kepala Bidang Kaderisasi DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo.  

Bahkan, PKB yang memiliki lima kursi turut membuka peluang berkoalisi dengan parpol lain. Dengan berkoalisi, tentunya kekuatan bakal bertambah. “Kami terbuka, meski sudah bisa mengusung calon sendiri,” tandasnya. (sub/c1)

Editor : Doni Setiawan
#pilkada #parpol #pilwali