KOTA BLITAR - Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Blitar tahun ini tampaknya bakal lebih seru dan semarak.
Pasalnya, selain nama incumbent Santoso, beberapa nama tokoh dari partai maupun non-partai mulai mengemuka.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, terdapat tiga nama yang santer bakal ikut dalam kontestasi di Bumi Karno, yakni Bambang Rianto, Tomi Gandhi Sasongko, dan Mohammad Tobroni alias Kak Toni.
“Untuk Pilkada Kota Blitar, untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sendiri sudah mengarah pada dua nama yakni Bambang Rianto dan Kak Toni,” ungkap salah seorang dari tim internal PKB Kota Blitar.
Dua nama tersebut, jelas pria yang belum mau disebut namanya ini, mengemuka lewat beberapa koordinasi dan konsolidasi internal partai di tingkatan provinsi.
Namun, itu masih pada tahapan-tahapan awal meskipun sinyal positif mengarah pada Bambang Rianto dan Kak Toni.
“Apalagi kekuatan PKB di legislatif Kota Blitar sudah punya modal sangat signifikan untuk maju secara mandiri, yakni dengan memiliki lima kursi. Putusan ini sudah mencapai tahap positif,” ungkapnya.
Pemilihan dua nama ini tentu tidak main-main. Bambang Rianto misalnya adalah legislator yang sudah berpengalaman, selain pernah duduk di DPRD Kota Blitar juga selama dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Timur (Jatim).
Sementara Kak Toni sempat bakal maju dalam Pilkada Kota Blitar sebelumnya.
Sedangkan nama Tomi Gandhi Sasongko juga semakin mengemuka. Pengusaha muda ini telah menggelar beberapa kali kegiatan konsolidasi secara terbuka.
Meskipun secara pasti akan diusung atau partai mana yang bakal digandeng belum ditentukan.
“Untuk Pilkada Kota Blitar nanti akan kita sambut secara positif. Biar lebih meriah, ini masih ngobrol dan diskusi dulu, belum bicara untuk kontestasi,” ujar Tomi Gandhi Sasongko kepada Koran ini.
Menurut Tomi, pertemuan-pertemuan yang telah digelar bersama puluhan insane media di Blitar Raya hanya diskusi dan silaturrahim.
Namun, dia tidak menutup kemungkinan untuk diusung atau maju dalam pemilihan kepala daerah di kota. Tapi tentu semuanya tergantung pada bagaimana keputusan Partai Gerindra.
“Kalau untuk maju dan diusung partai itu adalah wewenang dan putusan DPP Gerindra. Siapapun yang ditunjuk tentu harus siap, termasuk saya juga. Tapi saya tidak bisa memastikan hal itu,” terang pria yang juga Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Blitar ini.
Keputusan dari partai itu, ujar dia, murni keputusan pengurus pusat. Karena yang lebih paham terhadap sosok yang berdampak pada pemilihan presiden dan berjuang secara maksimal adalah mutlak penilaian dari pusat.
“Pusat yang memahami hal itu. Siapa yang bekerja keras, nilainya dari pengurus pusat,” bebernya. (ady/din)
Editor : Anggi Septian A.P.