BLITAR - Kabar Hengky Kurniawan bakal meramaikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Blitar bukan isapan jempol semata. Mantan Bupati Bandung Barat ini mengaku mendapat dukungan dari relawan bahkan pengusaha top lokal.
Dia kini hanya tinggal menunggu rekomendasi partainya untuk mengikuti kontestasi politik di Bumi Penataran.
“Saya tidak bisa putuskan, apakah ditugaskan di Kabupaten Blitar atau Bandung Barat. Tapi prinsipnya (maju, Red) di Kabupaten Blitar ok, di Bandung Barat juga ok,” katanya kepada Koran ini, Selasa (23/4).
Politisi PDIP ini mengaku punya riwayat baik selama memimpin Kabupaten Bandung Barat. Ada banyak apresiasi yang didapatkan dari sektor pembangunan hingga pengelolaan pemerintahan. Hal ini pula menjadi modal untuk kembali maju dalam Pilkada 2024.
“Dua tahun terakhir, ada banyak prestasi berhasil kami raih. Baik di tingkat pusat maupun provinsi, bahkan pada 2022 kami menjadi juara investasi bersama 15 kota/kabupaten tingkat nasional,” jelasnya.
Menurut dia, capaian tersebut membuat sejumlah tokoh dan kalangan kembali menjagokannya sebagai kepala daerah, tak terkecuali tokoh di Kabupaten Blitar.
Bahkan, saat ditanya soal dukungan pengusaha lokal, Becky Hendriansyah, Hengky tidak menampik hal tersebut.
“Kami dan keluarga kebetulan kenal dengan beliau (Haji Becky, Red). Nah Lebaran kemarin itu silaturahmi dan disentil soal politik, beliau siap dukung,” katanya.
Sebenarnya, Hengky juga mengetahui bahwa nama Haji Becky masuk dalam bursa tokoh yang bakal meramaikan Pilkada 2024 di Kabupaten Blitar.
Namun, dalam pertemuan tersebut, dia mendapat keyakinan bahwa pengusaha tersebut tidak terjun langsung dalam kontestasi politik 2024.
“Saya juga tanya, lho Mas bukannya sekarang rame kalau njenengan (Haji Becky, Red) mau maju? Beliau bilang enggak maju pilkada dan siap dukung,” ujarnya.
Dukungan ini, kata dia, dilakukan secara sponton. Namun, baginya hal itu menjadi komitmen yang harus ditindaklanjuti secara serius. “Kita itu laki-laki, kalau sudah mengatakan sesuatu, itu keseriusan,” tegasnya.
Disinggung soal kondisi Kabupaten Blitar, dia mengakui belum melakukan kajian secara mendetail. Namun sekilas sudah mengumpulkan sejumlah persoalan di Bumi Penataran. Misalnya terkait kondisi infrastruktur masih membutuhkan perhatian.
“Sudah tanya soal panjang jalan yang rusak, harusnya bisa lah dalam satu tahun untuk perbaiki jalan agar mulus,” ucapnya.
Dia juga sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar. “Kami rasa soal pariwisata itu sama. Tidak peduli seberapa jauhnya, selama menarik pasti dikunjungi orang.
Pemerintah memang harus berani promosi, tapi juga harus terukur dan dapat diketahui masyarakat secara luas. Apalagi sekarang sudah ada tol dan bandara Kediri,” teranya. (hai/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila