Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Optimis Maju Pilkada 2024, Partai Persatuan Pembangunan Kota Blitar Siap Usung Kader dan Tunggu Koalisi

M. Luki Azhari • Rabu, 24 April 2024 | 20:05 WIB

 

Logo PPP
Logo PPP

BLITAR - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar menatap optimis pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang. Kader partai dan sosok dari partai koalisi siap diusung menjadi wali Kota Blitar berikutnya. 

"Sudah ada beberapa yang kami bidik. Ada beberapa lah, belum bisa disampaikan, nanti," ujar Ketua DPC PPP Kota Blitar Agus Zunaidi kepada Koran ini beberapa waktu lalu.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Blitar ini enggan berkomentar gamblang soal sosok-sosok yang berpotensi diusung pada kontestasi Pilkada Kota Blitar. Dia hanya memastikan ada kader PPP dan kader partai koalisi.

Konsentrasi partai sebelumnya tertuju pada pemilu serentak 14 Februari lalu. Sementara soal pilwali, kata dia, kondisinya sangat dinamis. Dia tak memungkiri bahwa tiap parpol kini merancang strategi khusus.

"Pasti mulai start, apalagi sudah selesai pileg dan pilpres. Masing-masing partai mungkin sudah punya strategi, sudah meminang-minang, milang-miling," paparnya.

PPP, lanjut Agus, kini sudah berproses menata persiapan. Partai sudah mulai membuka komunikasi dengan seluruh parpol. "Kami komunikasi utamanya dengan koalisi kami, PDI Perjuangan," tuturnya.

Terpisah, Kader PPP Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi menyebut partainya sudah melakukan sejumlah persiapan. Namun, pria yang sebelumnya digadang-gadang maju menjadi calon wakil wali kota pada Pilkada 2020 ini menyebut PPP berharap menjadi koalisi besar.

"Wait and see dulu. Sekarang di kota belum tampak yang bener-bener mau maju siapa. Nanti kami lihat aja. PPP nanti pasti ada kejutan," katanya.

Terlepas hasil pileg kemarin, Nuhan berkomentar santai soal kans di pilwali. "Ya kalau peluang, semua berpeluang di pilwali," tandasnya.

Sebelumnya, pada Pileg 2024, PPP mendapat nasib kurang mujur. Hasil rekapitulasi final KPU RI, PPP gagal melenggang ke parlemen dengan akumulasi suara 3,87 persen di bawah ambang batas.

Kemudian di tataran Kota Blitar, PPP harus kembali bersabar. Pada Pileg 2024 ini, PPP mesti melepaskan kursi pimpinan dewan.

Itu karena PPP hanya meraup 9.486 suara, di bawah perolehan suara Partai Golkar Kota Blitar yang mencapai 10.236 suara. (luk/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pilkada #Partai Persatuan Pembangunan (PPP) #Kota Blitar