BLITAR - Siapapun tokoh yang macung sebagai bakal calon kepala daerah (bacakada) memang memiliki peluang yang sama. Entah itu dari kader partai politik (parpol) hingga pengusaha.
Meski begitu, parpol tetap membidik bacakada potensial dengan sejumlah keunggulannya. Termasuk di antaranya dari segi finansial maupun elektabilitas. Sejumlah nama tokoh pun mulai bermunculan masuk bursa bacakada di Pemilihan Wali Kota (pilwali) Kota Blitar 2024.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, tokoh yang masuk bursa bacakada itu datang dari politikus. Di antaranya adalah Yasin Hermanto dan Yohan Tri Waluyo. Kedua nama tersebut kini santer diperbincangkan sebagai sosok bacakada.
Yasin Hermanto diketahui pernah menjadi anggota DPRD Kota Blitar. Pada pilwali 2020 lalu, dirinya maju sebagai calon wali kota mendampingi calon wali kota Henry Pradipta Anwar. Namun, keduanya kalah unggul dari pasangan Santoso dan Tjutjuk Sunario.
Sementara itu, Yohan Tri Waluyo seorang kader Partai Gerindra. Kini aktif sebagai anggota DPRD Kota Blitar. Dirinya menyatakan siap apabila memang ditunjuk partai untuk mengikuti kontestasi di pilwali.
”Ya Alhamdulillah nama saya masuk bursa. Berarti masyarakat, mungkin menginginkan saya tampil di pilkada Kota Blitar,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (25/4).
Yohan menyadari bahwa kekuatan Partai Gerindra untuk maju mengusung calon sendiri di pilwali kurang besar. Mengingat, partai berlambang burung Garuda tersebut hanya mempunyai 2 kursi di legislatif pada pileg 2024 lalu.
”Otomatis kami harus menjalin kerjasama dengan parpol lain. Komunikasi dengan sejumlah parpol juga sedang kami lakukan,” terangnya.
Adapun beberapa parpol yang sudah diajak komunikasi, yakni PAN dan Golkar. Kedua parpol tersebut diketahui berkoalisi dalam pemilihan presiden (pilpres) lalu.
”Ya, intinya mereka menyambut baik komunikasi ini. Apalagi jika nanti dari pusat mengeluarkan keputusan bahwa koalisi pilpres berlanjut untuk pilgub dan pilwali, kami bisa segera bersiap meruncingkan koalisi dengan kekuatan penuh,” beber Ketua Komisi 2 DPRD Kota Blitar ini.
Tak menutup kemungkinan komunikasi juga dilakukan dengan parpol di luar koalisi. Seperti dengan PDIP maupun PKB. ”Meski di pilpres tidak berkoalisi, sedangkan di daerah bisa klik, tentu ini bisa menambah kekuatan kami. Jadi tidak ada masalah,” tuturnya.
Sesuai ketentuan yang berlaku, Yohan akan mengikuti prosedur parpol jika maju sebagai bacakada. Pihaknya akan mengikuti penjaringan yang dilaksanakan oleh parpol. Penjaringan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kader, melainkan juga bagi non kader yang ingin maju sebagai bakal calon.
Di tempat lain, menanggapi namanya masuk bursa bacakada, Yasin Hermanto mengaku siap sebagai kader dari PKB. Sebab, sesuai intruksi dari pengurus pusat bahwa kader PKB memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri maju sebagai bakal calon di pilkada serentak. Sepanjang kader tersebut memiliki nilai plus dari berbagai sisi termasuk elektabilitas.
Memang alangkah baiknya, menurut dia, yang maju sebagai bakal calon dari kader partai. Kendati tetap ada penjaringan khusus dari parpol.
”Terlebih jika yang dapat rekom itu dari pada kader sendiri. Ini menunjukkan bahwa pengkaderan dari salah satu partai berhasil,” terangnya.
Yasin lantas mengambil contoh pimpinan partainya, Muhaimin Iskandar yang dinilai berhasil menjadi calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. Artinya, suara dari tokoh tersebut masih layak di masyarakat.
”Kalaupun toh dari internal partai sendiri tidak ada yang siap, kami juga menjadi bakal calon dari luar dengan syarat siap segalanya,” tandasnya. (sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila