Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pilkada 2024 Blitar, Mitra Koalisi Harus Sadar Diri, PDIP Pemenang Pemilu 2024 Mutlak Dapat Jatah Cabup

Agus Muhaimin • Senin, 29 April 2024 | 22:00 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR - Jurus koalisi juga akan digunakan DPC PDIP Kabupaten Blitar dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024. Namun, mitra koalisi harus terima dengan posisi wakil bupati jika memiliki kader dijagokan pada kontestasi politik ini.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, Rijanto mengatakan, PDIP masih menjadi juara karena memperoleh suara terbanyak pada Pemilu 2024.

Namun mempertimbangkan skema koalisi alias bergandengan tangan dengan partai lain dalam mengusung calon kepala daerah pada Pilkada 2024.

“Soal koalisi, menjadi bahan pertimbangan kami. Tentunya semakin baik dan mantap kalau dalam Pilkada 2024 nanti ada koalisi,” katanya.

Rijanto mengingatkan, pada Pilkada 2020, PDIP juga berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung Rijanto-Marhaenis sebagai pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup). Tak tanggung-tanggung, sederet partai besar menjadi pengusung. Seperti, Gerindra, Golkar, Nasdem, Demokrat dan PPP.

Namun, pasangan petahana ini tumbang melawan pasangan cabup dan cawabup yang diusung PKB, PAN dan PKS. Yakni, Rini Syarifah dan Rahmat Santoso.

DPC PDIP Kabupaten Blitar tidak kapok dan akan tetap membuka peluang koalisi dalam Pilkada 2024.

“Koalisi kami dipilkada sebelumnya koalisi gemuk dan meski demikian tetap kalah. Ini tidak tahu pertimbangan (masyarakat, Red) apa? Mungkin calonnya kurang bagus atau lawannya lebih menarik. Masyarakat memang punya hak untuk memilih,” jelasnya.

Meski PDIP membuka pintu koalisi, partai mitra harus terima nasib tidak mendapatkan jatah cabup. Sebab, DPC PDIP menegaskan bakal mengusung jagonya sebagai cabup dalam Pilkada 2024.

“Itu otomatislah, PDIP jatah cabup. Kalau kita pada posisi di atas apa mungkin mau dapat jatah wakil bupati. Seperti pilpres, apa mungkin Pak Prabowo jadi wakil presiden?,” ungkapnya.

Mantan Bupati Blitar ini menambahkan, Pilkada 2024 bakal berbeda dengan kontestasi sebelum-sebelumnya.

Menurut dia, masyarakat tidak cukup disuguhi dengan figur calon yang bagus dan memiliki rekam jajak positif.

“Masyarakat sekarang sangat cerdas dan mereka memiliki daya tawar tinggi dalam pilkada. Padahal, kita ikut pilihan itu inginnya  mengabdi dan bekerja demi daerah dan masyarakat,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sementara ini hanya tiga tokoh yang sudah mengambil formulir pendaftaran bakal cabup dan bakal cawabup di DPC PDIP Kabupaten Blitar. Rencananya, penjaringan bakal calon kepala daerah tersebut bakal dibuka hingga 15 Mei nanti. (hai/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pilkada #Kabupaten Blitar #pdip #Pemilu 2024