Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peluang Munculnya Sosok Baru di Pilwali Kota Blitar 2024, Muda dan Bawa Visi-Misi Segar, Ini Kata Pengamat Politik

M. Luki Azhari • Jumat, 3 Mei 2024 | 17:27 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR - Kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Kota Blitar tahun ini diprediksi bakal lebih ramai. Selain jumlah figure yang mulai muncul dan bahkan telah menyatakan kesiapan dengan mencoba peruntungan lewat penjaringan partai politik (parpol) yang sudah membuka kesempatan.

Kondisi ini sedikit berbeda dengan pilwali periode sebelumnya, dimana pasangan petahana sangat dominan lewat koalisi besar partai-partai yang menguasai jumlah kursi di legislatif, mulai dari PDIP, PPP, Gerindra, Golkar dan lain-lain.

Pengamat politik yang juga dosen FISIP Unisba Novi Catur Muspita memprediksi percaturan politik pada Pilwali tahun ini terbilang lebih berwarna. Dimana jauh-jauh hari sosok-sosok yang bakal maju sebagai bursa bakal calon semakin banyak.

“Kayaknya bakal lebih ramai, selain bakal calon yang sudah menyatakan siap maju, juga kalangan parpol sendiri yang semakin terang-terangan membuka diri untuk mengususng pasangan tertentu,” ungkapnya.

Dari fenomena tersebut, jelas Novi, selain menunjukkan proses demokratisasi dan pendidikan politik yang baik, juga sosok dari kalangan pengusaha yang notabene berasal dari luar parpol berani untuk maju.

Dan ini memberikan banyak pilihan bagi parpol dan koalisi parpol untuk menentukan pasangan bakal calon yang benar-benar siap dan serius.     

"Masyarakat tentu makin antusias dengan pilkada ini. Apalagi mulai muncul figur baru, dengan membawa harapan baru, serta menawarkan program yang lebih segar sesuai keinginan masyarakat Kota Blitar," ujarnya.

Bicara kans pendatang baru, Novi mengakui ada potensi menyerap suara masyarakat. Terlebih jika kandidat yang bersaing adalah dari kalangan yang lebih muda.

Kemungkinan menyerap suara milenial dan gen z bukan jadi hal mustahil. Dalam hal ini strategi partai pengusung dan timses tentu tak boleh sembrono. Tak-tik kampanye langsung maupun via media sosial harus diperhitungkan.

“Tinggal strategi yang digunakan, jika mampu menunjukkan gaya kampanye yang lebih baru serta memanfaatkan medsos, tentu akan lebih diperhatikan, khususnya dari kalangan anak muda,” terangnya.

Soal sang petahana, lanjut dia, jika kembali diusung oleh partai dan maju di pilkada 2024, Santoso punya nilai plus.

Utamanya soal popularitas karir politik dan jabatannya saat ini sebagai wali kota. Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) ini pun kini menunggu keputusan partai.

"Kalau bicara incumbent, Pak Santoso jelas masih berkesempatan maju. Sebelumnya beliau menggantikan Pak Samanhudi, lalu terpilih lagi. Tapi kan masih menunggu, apakah PDIP akan mengusungnya lagi," ujarnya.

Pria ramah ini menilai saat ini kapasitas anggota DPRD mulai tampak. Sehingga bukan tidak mungkin parpol mulai ancang-ancang menatap kontestasi pilwali. Mereka mulai mencari calon yang akan dijagokan pada pilkada mendatang.

"Soal peluang, siapapun punya peluang yang sama. Termasuk pendatang baru. Atau, ternyata dia adalah anggota DPR RI maju kan bisa, atau tokoh-tokoh lain," tandasnya. (luk/sub/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#parpol #pilwali #pengamat politik #Kota Blitar