BLITAR - Sikap berani disertai niat yang baik dan selalu mencari teman. Itulah prinsip yang selalu dipegang Bambang Rianto atau yang akrab disapa Bambang Kawit.
Politikus asli Kota Blitar yang sudah hampir 15 tahun ini menjalani “takdir” politik dari legislator Kota Blitar, kemudian berpetualang selama dua periode di DPRD Provinsi Jatim.
Perjalanan politik itulah yang membuat namanya tak asing lagi bagi masyarakat Blitar Raya dan kota-kota di sekitarnya.
Akhirnya, ibarat pepatah sejauh-jauh burung terbang pasti akan pulang ke sarangnya, niat untuk mengabdi di kampung halaman membuatnya harus turun gunung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Blitar tahun ini.
“Mungkin inilah jalan yang diberikan kepada saya. Harus kembali ke Kota Blitar. Saya melihat kontestasi pemilihan wali kota menjadi kesempatan saya untuk berbuat lebih banyak buat masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya sekadar retorika. Berbekal dukungan dari masyarakat, pada Rabu (1/5) lalu, dia mengambil formulir penjaringan calon kepala daerah yang telah dibuka oleh DPC PDIP Kota Blitar.
Karena menurut dia, seperti apa pun garis dan pandangan politiknya, Kota Blitar adalah Bumi Bung Karno.
“Tak hanya identik dengan PDIP, tapi di sini tempat bersemayam tokoh besar dan bapak bangsa. Makanya saya sangat bangga memakai jaket warna merah, karena memang jiwa dan visi-misi politik saya sebagai pengagum Bung Karno,” tuturnya.
Sejumlah program dan tugas sebagai legislatif berhasil dituntaskan di daerah konstituennya yakni Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
Di pengujung masa jabatan sebagai anggota legislatif di provinsi, dia memutuskan untuk melepas jabatannya dan kembali ke kampung halaman, Kota Blitar.
"Kota Blitar memang kota kecil. Tapi, saya ingin kota ini menjadi pusat perekonomian di Jatim. Ingin saya, jadi pusat percontohan semua daerah," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Blitar di kediamannya, Jumat (3/5).
Nah, momen Pilkada 2024 inilah yang menjadi peluang baginya untuk mewujudkan harapan tersebut.
Lewat pilkada ini, dia berharap berkesempatan menyalurkan ide, gagasan, program, hingga konsep pembangunan untuk Kota Blitar.
"Misinya tentu menjadikan Kota Blitar makin maju. Sayang kalau banyak program pembangunan, tapi belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paling penting adalah meningkatkan PAD," aku pria ramah ini.
Yang pasti, tegas Bambang, ada sejumlah program yang sudah disiapkan. Namun tentu belum bisa dibeberkan dengan gamblang karena itu adalah bagian dari strategi yang akan digunakan dalam kampanye.
"Pokoknya nanti ada program kejutan untuk masyarakat Kota Blitar. Tunggu saja. Sudah saya konsep dan siapkan sejak jauh-jauh hari.
Saya siap adu ide dan gagasan, karena saya benar-benar paham kondisi masyarakat. Saya juga mulai semua dari bawah, makanya saya paham," bebernya.
Menurut Bambang, Kota Blitar harus menjadi kota yang maju terutama dari sektor perekonomian.
Meski kota kecil, jangan dianggap remeh. "Percuma jika kawasan dan fasilitas modern, tapi perekonomiannya tidak dibenahi. Fasilitas tersedia, tapi masyarakat tidak mampu memanfaatkan," terangnya.
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila