BLITAR - Enam orang figur dan tokoh di Bumi Penataran mengikuti rangkaian penjaringan bakal calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di DPC PDIP Kabupaten Blitar. PDIP tidak menentukan batas pendaftar.
Namun, mereka yang serius wajib mengembalikan formulir penjaringan bakal calon tersebut paling lambat 16 Mei.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada Jumat (3/5), ada dua orang tokoh yang mengambil formulir penjaringan.
Yakni, seorang pengusaha dari Kecamatan Panggungrejo, Dipo Wibowo, dan kader PDIP sekaligus legislator atau anggo ta DPRD Kabupaten Blitar M. Sulistiono.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Rijanto membenarkan bahwa sudah ada enam tokoh yang mengikuti penjaringan.
Dia akan tetap menerima tokoh yang ingin mengikuti penjaringan di PDIP hingga 15 Mei nanti.
“Hingga kini belum ada yang mengem balikan formulir. Kami batasi sampai 16 Mei untuk mengembalikan formulir penjaringan,” katanya, Sabtu (4/5).
Rijanto menegaskan, DPC PDIP tidak melakukan seleksi atau penilaian terhadap para peserta penjaringan tersebut.
Formulir akan diteruskan ke DPD dan DPP untuk dievaluasi lantas diberi rekomendasi (rekom) bagi yang dinilai layak.
“Tentu kami sangat mengapresiasi para tokoh dan figur yang sudah mengambil formulir penjaringan bakal calon kepala daerah di DPC PDIP Kabupaten Blitar,” ujarnya.
Di lokasi terpisah, M. Sulistiono mengaku terpanggil untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
Menurut dia, ada banyak hal yang mesti diperbaiki. Mulai dari insfrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
“Begitu juga di sektor pariwisata. Karakter wisata pantai itu sama, tinggal pengelolaannya. Nah, sekarang bagaimana bisa menarik investasi jika infrastrukturnya kurang memadai,” bebernya.
Dengan program dan manajemen yang baik, kata dia, Kabupaten Blitar tidak hanya sebagai wilayah penghubung antar-daerah.
- Baca Juga: Sosok Kades Kebonsari Kecamatan Kademangan, Pernah Jadi Komentator Sepak Bola di Masa Muda
Namun juga bisa menjadi destinasi atau jujukan masyarakat yang melintas di Bumi Penataran.
Disinggung soal risiko harus mundur dari kursi dewan jika nanti mendapatkan rekom dari partai, Sulistiono mengaku siap.
“Itu memang konsekuensi pada Pilkada 2024. Kita serahkan pada Tuhan dan masyarakat,” tandasnya. (hai/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila