Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Instruksi dari DPP, NasDem Kabupaten Blitar Enggan Buka Hasil Penjaringan, Muncul Nama Zaenal Arif

Agus Muhaimin • Jumat, 10 Mei 2024 | 16:40 WIB

 

Logo NasDem
Logo NasDem

BLITAR - Kantongi tiga kursi di DPRD dari hasil Pemilu 2024, DPD Partai NasDem Kabupaten Blitar juga membuka penjaringan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Hingga masa penjaringan selesai, partai yang diketuai Surya Paloh ini belum terbuka tentang siapa figur-figur pendaftar.

“Instruksi pimpinan belum boleh dipublikasikan,” ujar Ketua DPD NasDem Kabupaten Blitar, Nurhadi, saat ditanya soal jumlah tokoh yang sudah mendaftar, melalui pesan singkat kemarin (8/5).

Sebelumnya, dia mengatakan bahwa NasDem Kabupaten Blitar memang membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah (bacakada) pada Pilkada 2024. “Dibuka pendaftaran sejak 1 hingga 7 Mei,” katanya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada hari terakhir pendaftaran kemarin (7/5) ada seorang figur yang mengambil formulir di kantor DPD NasDem Kabupaten Blitar. Dia adalah Mahsus Zaenal Arif, salah satu mantan calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2024.

“Betul, kemarin saya memang ambil formulir pendaftaran di NasDem,” kata Arif kepada Koran ini Rabu (8/5/2024).

Dia mengaku pendaftaran ini sebagai upaya untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di Bumi Penataran.

Menurut dia, selama ini ada kesenjangan pembangunan di Kabupaten Blitar, utamanya antara Blitar utara dan Blitar selatan. “Jika dilihat dari persebaran penduduk, Blitar utara memang lebih padat ketimbang Blitar selatan,” tuturnya.

Namun, lanjut Arif, bukan berarti hal ini bisa menjadi alasan kurangnya pembangunan di wiliyah selatan. Apalagi, potensi wilayah Blitar selatan tidak kalah dengan Blitar utara.

“Blitar selatan ada jalur lintas selatan (JLS). Potensi wisata yang luar biasa harus didukung dengan infrastruktur yang memadai,” jelasnya.

Selain pemerataan pembangunan, Arif juga membawa misi digitalisasi Kabupaten Blitar. Sebab, hal ini menjadi sarana yang penting untuk memajukan ekonomi daerah.

“Blitar itu termasih tertinggal dibanding daerah lain. Itu di bidang pemanfaatan teknologi informasinya,” ungkapnya.

Dia berharap ke depan Kabupaten Blitar bisa menjadi pelopor daerah di bidang teknologi, serta mengedepankan moralitas dan transparansi.

Untuk diketahui, pada Pilkada 2020 lalu, DPD NasDem Kabupaten Blitar ikut mengusung pasangan Rijanto-Marhaenis Urip Widodo. Kala itu, NasDem memiliki dua kursi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Blitar. (hai/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pilkada #Kabupaten Blitar #Partai NasDem #DPRD