BLITAR - Masyarakat khususnya kalangan pengusaha muda berharap kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 Kota Blitar ada prioritas ke anak muda.
Itu setelah proses penjaringan beberapa partai politik (Parpol) dan telah menerima beberapa figure yang mendaftar dari berbagai kalangan.
Sejauh ini, memang baru PDIP dan PKB yang membuka penjaringan bacakada untuk pilwali Kota Blitar secara terang-terangan.
Dua parpol tersebut merupakan partai yang memiliki kuota untuk mengusung sendiri calon wali kota dan wakil wali kota. Sebab, PDIP memiliki 8 kursi dan PKB punya 5 kursi di legislatif.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Blitar angkat bicara mengenai kontestasi pilkada yang sedang berlangsung saat ini.
Bagi HIPMI, siapapun calon kepala daerah maupun wakilnya yang maju dalam pilkada tetap harus memperhatikan pelaku usaha atau pengusaha.
”Intinya siapapun mereka (kepala daerah) yang jadi, tetap harus bisa membawa Kota Blitar ke arah yang lebih baik,” ungkap Ketua HIPMI Kota Blitar Yogi Rosdianta kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (9/5/2024).
Selain itu, lanjut Yogi, kepala daerah yang terpilih juga tidak mengesampingkan peran pengusaha muda di Kota Blitar. Sebab, pengusaha khususnya generasi muda memiliki semangat dan ide-ide kreatif untuk turut membangun daerah.
”Yang pasti, para pemuda ini punya cara tersendiri untuk membangun daerahnya. Jadi pelibatan anak muda juga cukup penting,” ujar perajin batik ini.
Maka dari itu, kepala daerah selaku pimpinan pemerintah daerah (pemda) bisa mengajak kalangan pemuda khususnya pengusaha muda untuk berkolaborasi.
Siapapun nanti pemimpin yang terpilih bisa berkolaborasi dengan kalangan pemuda demi mewujudkan daerah yang maju.
Disinggung kaitan dukung-mendukung terhadap salah satu bakal calon (bacalon) tertentu, Yogi menyatakan bahwa HIPMI tidak memiliki kewajiban untuk mendukung calon tertentu.
Artinya, siapapun calon yang maju dan terpilih, HIPMI berharap bisa membawa kebaikan bagi Kota Blitar.
”Terpenting tidak mengesampingkan peran pengusaha muda. Intinya kami tidak punya tendensius terhadap calon tertentu,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, potensi pemilih muda dalam pemilu 2024 lalu cukup tinggi. Di Kota Blitar, dari 119.087 pemilih, sebesar 22.042 atau 22,71 persen merupakan gen Z.
Kemudian 38.479 atau 32,31 persen merupakan gen Y. Diprediksi jumlah pemilih muda atau pemula pada pilkada ini meningkat. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila