BLITAR - Keputusan Wali Kota Blitar Santoso untuk tidak maju lagi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Blitar sudah final.
Sang petahana itu menegaskan tidak lagi mencalonkan diri, meski nanti ditawari macung oleh partai politik (parpol) di luar PDI Perjuangan yang sudah membesarkan namanya.
Wali Kota Santoso menyatakan bahwa keputusan mundur di kontestasi pilwali sudah dipersiapkan secara matang.
Keputusan tersebut merupakan keputusan pribadi. Bukan karena dorongan atau tekanan dari pihak mana pun.
”Ini murni keputusan saya dan sudah dimusyawarahkan bersama keluarga. Bahkan, saya juga meminta petunjuk Allah SWT lewat salat istikharah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (14/5/2024).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, keputusan mundur itu didasari atas beberapa pertimbangan. Selain faktor kesehatan, juga karena melihat kondisi dan situasi politik di Kota Blitar.
”Jadi, ini hasil analisis saya pribadi. Saya melihat perkembangan situasi politik di sini,” terangnya.
Disinggung terkait kemungkinan mengumpulkan formulir penjaringan di tingkat DPD atau bahkan DPP, Santoso memastikan tidak melakukan hal tersebut. Dia sudah komitmen tidak melangkahi aturan dan ketentuan yang berlaku di partai.
”Saya itu orangnya prosedural. Saya jalani mekanisme yang ada,” tegas pria berkacamata ini.
Menurut dia, tugas DPC itu adalah menampung aspirasi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah.
Kemudian, hasil penjaringan itu dikirimkan ke DPP untuk diverifikasi lebih lanjut. DPP nanti yang akan memutuskan layak atau tidaknya seseorang itu mendapatkan rekomendasi (calon kepala daerah).
Karena itu, Santoso berupaya untuk mematuhi aturan partai yang berlaku. Sebagai seorang kader partai, dia tidak ingin melanggar etika.
”Jadi, kalau saya di tingkat DPC saja sudah tidak mengumpulkan formulir, tidak mungkin saya melompat dikirim ke DPD. Apalagi langsung DPP. Itu tidak prosedural. Malah menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Kendati tak macung lagi sebagai calon wali kota, dia yakin kontestasi Pilwali Kota Blitar tetap berjalan seru.
Terpenting, seluruh tahapan dilalui dengan benar sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
”Ya, doa saya, mudah-mudahan persaingan pilwali di Kota Blitar ini berjalan fair. Siapa pun yang terpilih nanti mampu membawa Kota Blitar menjadi lebih baik,” harapnya.
Baginya, siapa pun yang memimpin Kota Blitar harus memberikan yang terbaik untuk daerahnya. Melanjutkan program yang sudah berjalan atau memperbaikinya.
”Biarkan nanti masyarakat yang menilai seiring berjalannya waktu. Tentunya juga akan diseleksi oleh alam. Bagaimana nanti selama dia memimpin,” tuturnya.
Disinggung terkait peluang dipinang oleh parpol lain untuk maju di pilwali, Santoso menegaskan sudah tidak lagi ada niat maju. Keputusan yang diambil sudah bulat.
”Memang sebelumnya pernah ditawari beberapa parpol macung di parpol lain. Tetapi, saya tetap konsisten lewat PDIP. Saya tidak mau dianggap plinplan,” tandasnya. (sub/c1)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila