Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Usung Bacawawali, PPP Kota Blitar Terus Komunikasi Intensif dengan PDIP, Dengarkan Suara Para Kiai

M. Subchan Abdullah • Kamis, 16 Mei 2024 | 18:00 WIB
Ketua DPC PPP Kota Blitar Agus Zunaedi
Ketua DPC PPP Kota Blitar Agus Zunaedi

BLITAR - Komunikasi antar-partai politik (parpol) dalam menghadapi kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Blitar semakin intensif. Seperti dilakukan Partai Persatuan Pembangunan alias PPP yang semakin dempet ke PDIP.

Untuk diketahui, PPP Kota Blitar hanya mengantongi tiga kursi legislatif. Partai berlambang Kakbah itu sudah memastikan tidak membuka penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada) maupun wakilnya.

PPP fokus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk menyiapkan sosok bakal calon wali kota dan wakil wali kota terbaik.

Ketua DPC PPP Kota Blitar Agus Zunaedi mengatakan bahwa terus menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol jelang pilwali. Komunikasi itu juga dalam rangka mencari sosok calon pemimpin terbaik untuk Kota Blitar.

”Selain dengan ketua-ketua partai, kami juga komunikasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (15/5/2024).

PPP, kata dia, ingin mencari sosok calon kepala daerah yang kuat secara elektabilitas maupun popularitas.

Seluruh masukan dan saran dari pada tokoh agama dan masyarakat ditampung untuk kemudian dirundingkan.

”Kira-kira siapa sosok yang diusung. Kemudian, nama itu kami usulkan ke DPW. Nanti DPP yang memutuskan siapa yang akan diusung di Pilwali Kota Blitar,” jelasnya.

PPP menyatakan telah berkomunikasi dengan seluruh parpol di Kota Blitar. Namun, komunikasi dengan PDIP diakui paling intens. Jalinan komunikasi yang intens antara PPP dan PDIP itu sesuai dengan arahan dari DPP PPP.

Sesuai arahan, PPP di daerah diminta tetap menjalin kerja sama politik dengan PDIP dalam menghadapi pilkada serentak. Kerja sama yang sudah terjalin di pemilu presiden diteruskan hingga tingkat daerah.

”Makanya kami mengedepankan komunikasi untuk mencari siapa calon yang potensi. Bahkan, kami usul untuk calon wakilnya bisa dari kami,” terang Wakil Ketua DPRD Kota Blitar ini.

Baca Juga: Tak Macung Pilwali Kota Blitar Sudah Final, Santoso Enggan Langkahi Aturan Daftar ke DPD-DPP

PPP tetap mempriotaskan kader terbaik untuk maju dalam kontestasi, meskipun berposisi sebagai calon wakil wali kota.

Namun, jika memang tidak memungkinkan, PPP tetap mengusulkan sosok calon dari luar kader.

”Bisa dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, atau kalangan tertentu lainnya. Yang pasti, kami tetap minta saran dari para kiai, karena partai kami memang berlatar agamis,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kota Blitar Sukardji mengatakan terus menjalin komunikasi dengan semua parpol.

Partai berlambang banteng itu terbuka dengan parpol manapun untuk kerja sama di Pilwali Kota Blitar 2024.

”Terpenting punya cita-cita sama membangun Kota Blitar, membangun kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

PDI Perjuangan Kota Blitar kini juga sedang menunggu hasil penjaringan bacakada dari DPP PDIP. Pengumuman rekomendasi diprediksi turun antara Juni-Juli.

”Intinya kami tetap menunggu arahan dari pusat. Termasuk nanti harus kerja sama dengan siapa,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#parpol #Partai Persatuan Pembangunan #pdip #Kota Blitar