Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bapaslon Diumumkan Agustus, Koalisi Blitar Maju Terus Godok Strategi dengan Munculkan Kandidat Berikut

M. Subchan Abdullah • Minggu, 2 Juni 2024 | 06:22 WIB
KUATKAN JARINGAN: KBM mengumpulkan timses dari tingkat kelurahan untuk pemenangan di pilkada Kota Blitar.
KUATKAN JARINGAN: KBM mengumpulkan timses dari tingkat kelurahan untuk pemenangan di pilkada Kota Blitar.

BLITAR - Koalisi Blitar Maju (KBM) intensif merapatkan barisan tim pemenangan di tingkat kelurahan di Kota Blitar.

Koalisi parpol ini berupaya menguatkan jaringan tim sukses alias timses di level bawah. 

Selain itu, KBM tengah fokus meramu figur-figur calon wali kota dan wakil wali kota untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Blitar.

Sudah ada empat nama kandidat yang dimunculkan, yakni Yohan Tri Waluyo, Slamet, Elim Tyu Samba dan Heri Romadhon.

KBM berupaya memaksimalkan kader-kadernya untuk diusung maju bertarung. 

Juru bicara KBM Yohan Tri Waluyo mengungkapkan, KBM sedang fokus mengumpulkan timses atau tim pemenangan di tingkat kelurahan. 

Pengumpulan itu dalam rangka konsolidasi kekuatan untuk memenangkan pilwali Kota Blitar pada November nanti. 

”Jaringan timses di bawah ini kami perkuat dulu. Kami solidkan untuk pemenangan KBM,” ungkapnya, Jumat (31/5/2024). 

Sembari menguatkan jaringan, KBM juga sedang menggodok beberapa sosok yang akan diusung dalam pilkada Kota Blitar. 

KBM berupaya mencari pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang ideal dan siap mental.

Meski begitu, Yohan enggan membeberkan siapa sosok figur potensial yang akan dipasangkan termasuk dirinya. 

Sebab, sosok figur yang dipasangkan tersebut masih bersifat rahasia. Dia akan mengumumkan pasangan yang diusung pada Agustus nanti. 

”Ya nantilah mas. Masa saya sebut sekarang. Buat kejutan lah,” ujar anggota DPRD Kota Blitar ini. 

Adapun sosok calon wali kota dan wakil wali kota Blitar yang akan diusung memiliki elektabilitas yang bagus. 

Dikenal masyarakat Bumi Bung Karno. Kemudian, memiliki rekam jejak yang jelas dalam dunia politik. Dan poin terakhir yang cukup penting adalah kesiapan ”isi tas” alias logistik.

Tak dipungkiri logistik untuk operasional pilkada sangat diperlukan demi kelancaran pemenangan. Tak main-main, logistik yang harus disiapkan minimal Rp 15 miliar.

Menurut Yohan, besaran logistik tersebut mengacu pada pilwali Kota Blitar 2020 lalu. Saat itu dirinya merupakan tim pemenangan dari pasangan Santoso dan Tjutjuk Sunario. ”Ya, kurang lebih Rp 15 M. Patokannya itu,” tandasnya. (sub/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#parpol #Koalisi Blitar Maju #Kota Blitar