BLITAR - Kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Blitar semakin terbuka.
Setelah Partai Gerindra menentukan pilihan pada Tjutjuk Sunario sebagai bakal calon bupati (bacabup), Jumat (14/6/2024).
Giliran incumbent Rini Syarifah mengambil formulir dan siap mengikuti penjaringan dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar.
Artinya, masyarakat Kabupaten Blitar tinggal menunggu sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait siapa sosok yang akan diusung untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Blitar pada November mendatang.
Setelah DPP Partai Gerindra memastikan untuk menjatuhkan pilihan pada Tjutjuk, kini tugas menjalin koalisi khususnya menjalin komunikasi yang intensif dengan partai-partai yang masuk Koalisi Indonesia Maju (KIM).
“Ya, kami terus melakukan komunikasi politik dengan partai lain, khususnya partai-partai yang masuk KIM. Untuk Gerindra sendiri sudah selesai,” jelas Tjutjuk Sunario, yang kemarin juga mengembalikan formulir penjaringan di DPC Partai Demokrat Kabupaten Blitar.
Koalisi ini, jelas dia, masih terbuka bagi partai-partai lain di luar KIM. Namun, ketetapan dari dewan pimpinan pusat (DPP) sudah jelas bahwa kursi bacabup harus dari Gerindra.
Menurut Tjutjuk, semakin besar koalisi tentu akan membuat perahu yang dibangun akan semakin kokoh.
“Semakin banyak partai yang masuk dalam koalisi tentu akan semakin baik, karena ini memang bukan untuk kepentingan partai, ini untuk kemajuan Kabupaten Blitar ke depan,” ungkap pria yang juga Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur ini.
Terkait bakal calon wakil bupati (bacawabup), Tjutjuk mengaku menyerahkan kepada partai-partai yang nanti ikut dalam koalisi.
Tentunya setelah melihat karakter, visi-misi, dan sepandangan untuk membangun Kabupaten Blitar yang lebih baik.
“Karena sangat banyak potensi dan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Blitar yang belum dimaksimalkan.
Sehingga dibutuhkan pimpinan yang tegas, serta mampu membaca kondisi dan berbagai fenomena yang ada di seluruh wilayah kabupaten,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Rini Syarifah memastikan mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
Perempuan berkacamata ini mengambil formulir penjaringan calon kepala daerah (cakada) di DPC PKB Kabupaten Blitar.
“Setelah mendapatkan perintah dari para kiai dan harus melaksanakan perintah itu, sehingga mengikuti penjaringan dan mengambil formulir pendaftaran,” katanya.
Orang nomor satu di Bumi Penataran ini mendapatkan privilege dalam kontestasi Pilkada 2024.
Betapa tidak, jauh sebelum pengambilan formulir, Bupati Rini Syarifah sudah menjalani rangkaian penjaringan bacakada di DPP PKB.
Bahkan langsung mendapatkan surat tugas dari partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu.
“Iya, beberapa waktu lalu kami dipanggil ke DPP. Nah, pada saat itu pula diminta untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (UKK) dan menerima surat perintah. Istilahnya tahap pertama (dalam penjaringan bacakada, Red),” jelas Mak Rini, sapaan akrabnya.
PKB Kabupaten Blitar juga mencoba menjalin koalisi dengan parpol lain. Mak Rini mengaku sudah mengambil formulir penjaringan di DPD NasDem Kabupaten Blitar.
“Sementara masih NasDem, nanti kami kabari kalau sudah ada komunikasi lebih lanjut,” tandasnya. (hai/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila