BLITAR - Hengky Kurniawan mengklaim telah mendapat tugas dari PDIP untuk macung sebagai bakal calon wali kota Blitar.
Penugasan itu disampaikan oleh DPP PDIP saat berada di Blitar dalam rangka ziarah di Makam Bung Karno (MBK) bersama Megawati Soekarnoputri memperingati haul Bung Karno pada Jumat (21/6/2024) lalu.
Meski begitu, penugasan tersebut belum secara resmi diturunkan secara formal melalui surat rekomendasi. Saat ini, warga asli Blitar tersebut masih menunggu surat perintah dari DPP turun.
”Sebenarnya saya juga cukup kaget dengan penugasan ini. Memang awalnya, saya dapat surat tugas untuk maju di Kabupaten Bandung Barat. Lalu pada Kamis (20/6) saya dihubungi pak Djarot untuk datang ke Blitar mendampingi Bu Mega ziarah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (24/6/2024).
Di Blitar, dia langsung bertemu dengan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Lewat pertemuan tersebut, Hengky diminta untuk maju sebagai calon wali kota Blitar.
”Saat itu, ketua DPC PDIP Kota Blitar, pak Syahrul juga dipanggil untuk menyampaikan kondisi pilwali Kota Blitar,” terangnya.
Pada prinsipnya, dirinya siap ditugaskan untuk berkontestasi pilkada dimanapun, termasuk di Kota Blitar. Apalagi, Kota Blitar merupakan kampung halamannya.
”Di Kota Blitar, saya malah tidak ada kepikiran untuk mendaftar penjaringan. Waktu itu daftarnya di Kabupaten Blitar karena saya didorong oleh teman-teman untuk maju di kabupaten,” katanya.
Nah, usai menerima tugas dari DPP untuk maju sebagai bacalon wali kota tersebut, Hengky segera menyiapkan proses konsolidasi.
Dia berencana untuk bertemu dengan sejumlah kader dan simpatisan di Kota Blitar. Termasuk turun di masyarakat sembari mendengar aspirasi yang disampaikan.
Kesempatan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk bertemu dengan sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Kota Blitar. Pertemuan itu untuk menjalin komunikasi dan kerjasama politik.
”Jika dalam komunikasi itu ada kecocokan tentu bisa dilanjutkan kerja sama. Meski PDIP bisa mengusung calon sendiri, jika bisa kerjasama dengan parpol lain kan makin kuat. Apalagi koalisinya gemuk,” ujar pria 41 tahun ini.
Disinggung soal pasangan pendamping atau bacalon wakil wali kota, Hengky belum bisa berbicara banyak. Hal tersebut akan didiskusikan lebih lanjut dengan DPC PDIP Kota maupun parpol pendukung.
”Yang pasti, siapapun nanti pendampingnya, kami tetap meminta arahan kepada DPP. Intinya semua kembali pada rekom DPP,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila