Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Survei Elektabilitas Bambang Kawit di Kontestasi Pilkada Kota Blitar Hanya Dua Minggu, Tancap Gas Sosialisasi ke Masyarakat

M. Subchan Abdullah • Senin, 8 Juli 2024 | 20:30 WIB
Bakal calon (bacalon) walikota yang dikenal dengan Bambang Kawit atau Pak B
Bakal calon (bacalon) walikota yang dikenal dengan Bambang Kawit atau Pak B

BLITAR - Waktu dua minggu terhitung sejak diterbitkan surat tugas dari DPP PDIP pada 1 Juli harus benar-benar dimanfaatkan Bambang Rianto untuk menggaet dukungan di masyarakat.

Bakal calon (bacalon) yang dikenal dengan Bambang Kawit atau Pak B itu juga harus segera konsolidasi dengan seluruh jajaran pengurus PDIP mulai tingkat PAC, ranting, anak ranting, hingga simpatisan PDIP.

Sekadar diketahui, masa berlaku surat tugas tersebut hanya dua minggu sejak diterbitkan. Surat tugas tersebut sifatnya adalah penugasan kepada bacalon wali kota Blitar Bambang Rianto untuk melaksanakan tiga poin tugas yang sudah dilampirkan dalam surat tugas.

Selain konsolidasi dengan jajaran internal PDIP, juga menjalin komunikasi dan kerja sama dengan partai politik (parpol) pendukung dan menyiapkan peta politik serta strategi pemenangan.

Ketua DPC PDIP Kota Blitar Syahrul Alim sudah mengumpulkan seluruh jajaran pengurus PDIP mulai tingkat PAC, ranting, hingga anak ranting usai keluarnya surat tugas tersebut.

Pada kesempatan itu, DPC meminta bacalon Bambang Rianto untuk segera tancap gas turun ke bawah untuk sosialisasi ke masyarakat.

”Biar bisa mengakomodasi semua pihak sehingga komunikasi bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Selama dua minggu penugasan tersebut, jelas Syahrul, ada pemantauan dan survei dari tim internal DPC maupun DPP PDIP di lapangan. Pemantauan untuk melihat seberapa jauh Bambang Rianto melaksanakan tiga poin tugas tersebut.

”Nanti ada evaluasinya. Jika dirasa gerakan Pak Bambang kurang, DPP tentu akan mengevaluasi. Seandainya menunjukkan prestasi, ada evaluasi juga,” terangnya.

Menurut dia, surat tugas tersebut bukanlah surat rekomendasi bacalon wali Kota Blitar. Surat tugas merupakan surat penugasan yang ditujukan kepada bacalon untuk mengekskusi beberapa tugas wajib.

”Jadi selain diminta konsolidasi, juga harus jalin komunikasi dengan parpol mitra koalisi dan mencari sosok wakil,” beber pria yang juga Ketua DPRD Kota Blitar ini.

Waktu dua pekan yang diberikan oleh DPP PDIP kepada Bambang Kawit harus dimanfaatkan dengan efektif. Selama itu, DPC juga akan melakukan survei dan pemantauan. Melihat adakah dampak terhadap elektabilitas Bambang Rianto atau tidak.

Apabila selama dua minggu bertugas terjadi kenaikan elektabilitas, DPC akan melaporkan hasil tersebut kepada DPP PDIP. Pun sebaliknya, DPC juga tetap melaporkan apa pun hasilnya.

”Untuk saat ini saya masih netral karena masih surat tugas. Nanti jika sudah ada rekomendasi, tentu bekerja keras untuk memenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang Rianto berupaya maksimal untuk melaksakan tugas yang diberikan kepada DPP PDIP tersebut. Melaksanakan konsolidasi dengan jajaran pengurus PDIP hingga berkomunikasi dengan parpol lain yang siap bekerja sama.

”Misi komunikasi dengan parpol lain ini tentu bisa menjalin kerja sama. Ada kebersamaan dalam membangun Kota Blitar. Kan ora iso bangun cuma satu partai,” katanya.

Sebagai kader PDIP, Bambang berusaha maksimal untuk menjalankan tugas partai. Serta turut membesarkan PDIP Kota Blitar.

”Intinya, saya ingin membangun Kota Blitar lebih maju dan berdaulat. Makanya perlu kerja sama dan kekompakan dengan wakil,” tandasnya. (sub/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Bambang Rianto #pdip #bacalon #Kota Blitar