BLITAR - Muharam Sulistiono tampaknya juga berburu keberuntungan rekomendasi dari Partai Demokrat. Jumat (12/7/2024), politikus PDIP ini mengembalikan formulir penjaringan.
Karena disinyalir, partai yang dinakhodai Agus Harimurti Yudhoyono ini akan menurunkan surat sakti kepada sosok terbaiknya pekan depan.
“Terakhir kami rapat dengan DPD dan DPP di Surabaya, kalau tidak ada ralat, pada 20 Juli sudah ada rekomendasi yang keluar,” ujar Ketua DPC Demokrat Kabupaten Blitar, Edy Masna.
Hingga kini, kata dia, DPP maupun DPP tidak memberikan instruksi maupun arahan untuk merapat dengan calon atau partai tertentu guna kepentingan Pilkada 2024.
Pada kontestasi tahun ini, tugas DPC hanya melakukan penjaringan dan menyampaikan data terkait calon-calon yang mendaftar penjaringan tersebut kepada DPP melalui DPD.
“Siapa pun yang mendaftar ke Demokrat, yang terbaiklah yang akan mendapatkan rekomendasi. Untuk urusan rekomendasi adalah hak DPP,” katanya.
Dia berharap kepada para tokoh yang sudah mendaftar berupaya sebaik mungkin agar dianggap sebagai figur yang layak mendapatkan dukungan atau rekomendasi.
Hal ini juga berlaku untuk Muharam Sulistiono alias Kelik yang notabene bukan kader Partai Demokrat.
“Beliau ini kenyang dengan politik. Harapan kami, beliau respek dengan keluhan masyarakat ketika nanti mendapatkan amanah memimpin Kabupaten Blitar,” ucapnya.
Sementara itu, Kelik mengatakan, pengembalian formulir penjaringan tesebut sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang baik dengan Partai Demokrat.
Artinya, PDIP berharap bisa bergandengan atau berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pilkada 2024.
“Mudah-mudahan Partai Demokrat juga bisa menerima saya sebagai calon kepala daerah di Kabupaten Blitar,” katanya.
Kelik mengungkapkan, komunikasi yang sama juga dibangun dengan beberapa partai politik (parpol) lain yang ada di Bumi Penataran.
Misalnya, Partai Golkar, PAN dan PPP. Hal ini dilakukan lantaran PDIP tidak mungkin mampu membangun daerah sendiri.
“Kami paham tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dari teman-teman partai yang lain,” ungkapnya.
Disinggung soal calon wakil bupati yang dikehendaki, Kelik memberikan jawaban politis. Menurutnya, Kabupaten Blitar sangat luas dan memiliki potensi sumber daya yang luar biasa.
Dengan begitu, partainya pasti mempertimbangkan figur atau tokoh terbaik yang dinilai mampu mengelola optimal potensi tersebut.
“Makanya, kami melibatkan tokoh-tokoh yang ada di Kabupaten Blitar ini untuk berembuk, untuk menentukan siapa yang patut dan bersama membangun Kabupaten Blitar. Termasuk calon wakil bupatinya,” tandasnya. (hai/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila