BLITAR - Salah satu bakal calon (bacalon) wali Kota Blitar yang juga Wasekjen PP GP Ansor, Syauqul Muhibbin, semakin optimistis ikut dalam kontestasi pemilihan wali kota (pilwali).
Langkah seriusnya itu ditunjukkan lewat klaim yang telah menerima rekomendasi dari salah satu partai “hijau”, di hadapan media, Selasa (16/7/2024).
Namun, dia enggan menyebutkan detail salah satu partai politik (parpol) “hijau” tersebut. Karena hal itu akan diungkapkan langsung secara terbuka setelah menerima secara resmi surat sakti sebagai bacalon wali kota.
“Sesuai komitmen awal, kami semakin mantap dan yakin untuk melangkah sebagai wali Kota Blitar. Dan alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) saya sudah menerima rekomendasi dari salah satu partai, dan tinggal menunggu surat pencalonan saya sebagai wali Kota Blitar keluar. Ini partai hijau,” ungkapnya setelah nyekar di Makam Bung Karno (MBK) bersama ratusan warga Nahdliyin kota.
Tak hanya itu, jelas Mas Ibin, dia masih menunggu beberapa parpol lain yang telah menjalin komitmen untuk mendukungnya.
Karena, dia tidak hanya sekadar komunikasi dengan satu partai, tapi telah menjalani berbagai persyaratan dan prosedur pencalonan melalui beberapa partai lain. Baik di Kota Blitar maupun melalui provinsi dan pusat partai.
“Masing-masing partai punya mekanisme tersendiri. Namun, saya telah melakukan berbagai prosedur mulai dari mendaftar, mengisi formulir, atau komunikasi secara langsung,” tegasnya.
Terkait latar belakang keinginan kuat berkontestasi di Kota Blitar, Mas Ibin mengaku, selain ada peluang serta kemampuan untuk maju, dia merupakan aktivis dari salah satu organisasi muda Nahdlatul Ulama (NU) yang tentunya berkeinginan untuk terjun dalam dunia politik, khususnya melalui pemilihan wali kota ini.
“Kalau ditanya tujuan, saya murni ingin maju untuk kemaslahatan umat. Dan tentunya, saya melihat ada peluang di situ. Karena saya satu-satunya generasi melenial yang benar-benar siap untuk berkontestasi,” terangnya.
Dia berharap ikhtiar yang dilakukan mendapat dukungan dari parpol dan masyarakat Kota Blitar.
Dia berkeinginan kondisi pembangunan di Kota Blitar bisa dinikmati oleh masyarakat dalam jangka waktu panjang hingga 10-20 tahun ke depan.
“Artinya, pembangunan secara fungsional dan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Bahkan jika saya nanti sudah tua, masih bisa melihat dan merasakan pembangunan yang saya lakukan,” bebernya. (*/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila