BLITAR - Program kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas pasangan calon (paslon) Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro. Pihaknya berjanji melanjutkan program sekolah gratis dan bakal ditingkatkan lebih baik.
Hal itu terungkap saat mengikuti diskusi bersama kawula muda bertajuk "Bisa Apa? " pada Sabtu (21/9) lalu.
Acara yang diiniasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Blitar itu memang sengaja mengundang para calon wali kota dan calon wakil wali kota Blitar. Sebelumnya, pada Jumat (20/9) menghadirkan pasangan Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba (SAE).
Calon wali kota Blitar Bambang Rianto mengungkapkan, diskusi bersama kawula muda merupakan acara yang menarik. Acara ini sekaligus mengenalkan visi-misi dan program para calon. "Terutama program-program yang melibatkan kawula muda. Ini bagus," katanya.
Dalam diskusi tersebut, pihaknya mengenalkan visi-misi dan program-program yang akan dijalankan jika nanti terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Blitar.
Di antara program yang menjadi prioritas seperti sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga UMKM, khusus program di bidang kesehatan, paslon Bambang-Bayu akan memberikan sentuhan yang lebih kreatif dan inovatif.
Bambang mengatakan, Kota Blitar sejatinya memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD). Namun, pengelolaan RSUD tersebut dinilai kurang inovatif.
"Jadi, kami melihatnya kurang bisa berkembang. Maka itu perlu sentuhan dari kepala daerah yang punya visi dan misi jelas," ujarnya.
Kondisi tersebut, menurut dia, membuat RSUD milik Pemkot Blitar kurang dilirik oleh masyarakat. Maka itu, pemkot harus mampu memanfaatkan anggaran untuk RSUD dengan baik. "Harus ada inovasi sehingga masyarakat tertarik untuk berobat," tuturnya.
Kemudian program di bidang pendidikan, paslon Bambang-Bayu tetap melanjutkan program sekolah gratis. Bahkan, ada tambahan program anyar bagi masyarakat, siswa, dan guru nantinya.
"Seperti satu rumah satu sarjana, serta tablet sekaligus kuotanya untuk siswa dan gurunya. Harus ada yang baru," katanya.
Pun, program RT Keren juga tetap dilanjutkan. Pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan dan mengembangkannya. "Ini adalah program yang mengisiasi kami (PDIP). Tidak mungkin kami hapus," tegasnya.
Sementara itu, calon wakil wali kota Blitar Bayu Setyo Kuncoro menambahkan, sektor pariwisata dan UMKM juga menjadi perhatian.
Program baik yang sudah ada tetap dilanjutkan. "Namun, kami juga punya program baru yang lebih menyentuh dan mengena pada masyarakat," terangnya.
Tentunya, keberhasilan sebuah program tidak bisa berjalan sendiri. Pemkot membutuhkan kolaborasi dengan pihak terkait, terutama kawula muda.
"Lewat kawula muda, kami akan memanfaatkan pasar-pasar yang belum terlalu produktif. Beberapa pelatihan yang sudah ada, kami tingkatkan," pungkasnya.(sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila