BLITAR - Makam Bung Karno (MBK) semakin sering dikunjungi tokoh politik nasional menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Senin (7/10/2024) giliran Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam ayahandanya tersebut.
Presiden kelima Republik Indonesia (RI) itu berziarah didampingi sejumlah jajaran pengurus pusat PDIP juga daerah.
Tampak juga sejumlah calon kepala daerah di Jawa Timur (Jatim) yang diusung PDIP, seperti Krisdayanti, Moh Arifin, Ipuk Fiestiadani, Bambang Rianto, dan Rijanto.
Sebelumnya, Ketum PSI Kaesang Pangarep serta jajaran pengurusnya juga berziarah ke MBK di sela-sela tur kampanye pilkada di Blitar.
Rombongan Megawati tiba di Makam Bung Karno (MBK) sekitar pukul 13.00 dengan pengawalam ketat aparat kepolisian. Setiba di makam, Megawati langsung menuju pusara sang Proklamator tersebut untuk berdoa bersama.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, ziarah ke MBK merupakan rangkaian dari agenda melayat ke rumah duka Romo Benny Susetyo.
Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu meninggal dunia pada Sabtu (5/10) lalu di RS Mitra Medika Pontianak, Kalimatan Barat.
”Di sana Bu Mega menyampaikan duka cita yang mendalam atas kematian Romo Benny Susetyo. Beliau merasa kehilangan sosok yang setia kepada perjuangan yang didasarkan pada nilai-nilai moral dan etika,” tuturnya.
Terkait kontestasi pilkada di Jatim, para paslon yang diusung PDIP diharapkan mampu menjalankan ide dan gagasan serta cita-cita perjuangan Bung Karno.
Seluruh jajaran pengurus PDIP ditingkat daerah harus kompak dan solid untuk memenangkan pilkada di masing-masing daerah. Termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Pengajian Gus Iqdam Lengkap Oktober 2024, Hadir di Kediri Sampai Trenggalek
Pihaknya meminta kepada seluruh kader PDIP khususnya yang dicalonkan sebagai kepala daerah wajib senafas untuk memenangkan pasangan Bu Risma-Gus Hans menjadi Gubernur Jatim.
Bahkan, PDIP secara tegas bakal memecat kader apabila membelot dengan tidak mendukung paslon yang diusung PDIP.
Menurut Hasto, PDIP merupakan partai yang memegang disiplin tinggi. Terutama dalam setiap pilkada, partai telah mengambil keputusan melalui Ketum Megawati Soekarno Putri.
”Sehingga disiplin sebagai partai pelopor wajib dijalankan mutlak. Jika ada kader yang tidak memenangkan paslon yang diusung PDIP tentu akan dipecat,” tegasnya.
Namun, PDIP akan membuka ruang komunikasi terlebih dulu agar sebaiknya mengundurkan diri dari pada dipecat. Dengan begitu, watak ksatria sebagai kader itu harus ditunjukkan jika memang tidak cocok.
”Intinya, sebagai kader yang disiplin haruslah tegak lurus. Jika tidak mau silahkan mengundurkan diri sebelum dipecat,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila