Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Debat Paslon Pilwali Kota Blitar Jadi Peluang Jelaskan Program Unggulan, Dongkrak Partisipasi Pemilih Kalangan Muda-Akademisi

M. Subchan Abdullah • Kamis, 17 Oktober 2024 | 18:30 WIB

 

Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya.
Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya.

BLITAR - Debat pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar menjadi ajang adu ide gagasan dan program unggulan. Lewat diskusi ini menjadi peluang meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih calon pemimpin yang diharapkan.

Karena itu, masing-masing paslon harus mampu mengeluarkan gagasan-gagasan terbaiknya, terutama yang mewakili aspirasi masyarakat.

Dua paslon yakni Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro dan Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba wajib menyuguhkan penampilan terbaik guna menarik hati pemilih.

Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya menegaskan, debat merupakan metode kampanye dengan cara memaparkan visi dan misi serta program paslon. Dalam visi-misi dan program tersebut, tentu juga ada aspirasi masyarakat.

”Jadi, ketika ada kecocokan antara visi-misi paslon dengan aspirasi, tentu akan memengaruhi pandangan masyarakat. Masyarakat atau pemilih akan terdorong datang ke TPS (tempat pemungutan suara, Red) untuk memilih,” terangnya.

Ketika pemilih sudah merasa cocok dengan visi dan misi paslon, maka partisipasi masyarakat untuk memilih paslon bisa meningkat. Apalagi, separo dari total jumlah pemilih di Kota Blitar merupakan generasi milenial atau gen Z.

”Pemilih muda ataupun pemula ini adalah pemilih idealis. Yang punya kecondongan apabila tidak ada yang bisa diperjuangkan (dari paslon, Red), kira-kira tidak bisa bergerak untuk memilih,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilwali Kota Blitar 2024 mencapai 120.181 pemilih. Separo dari jumlah tersebut merupakan pemilih muda atau gen Z. Masing-masing tim kampanye paslon bisa memanfaatkan pemilih muda tersebut untuk mendulang suara.

KPU Kota Blitar menargetkan angka partisipasi Pilwali 2024 mencapai 80 persen lebih. Target tersebut diupayakan terwujud, mengingat tingkat partisipasi pada Pemilu 2024 lalu di atas 80 persen.

”Selama penyelengaraan pilwali, tingkat partisipasi kita selalu di bawah 80 persen. Yakni sekitar 74 persen,” ujar Rangga.

Ketua Tim Kampanye Paslon 01 Bambang-Bayu, Sukardji mengungkapkan, debat menjadi ajang saling unjuk gigi gagasan dan program-program unggulan paslon. Debat akan menjadi penentu masyarakat dalam menjatuhkan pilihan.

”Kami berupaya maksimal untuk menyampaikan visi-misi dan program-program terbaik kami. Biarkan masyarakat yang menilai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Paslon 02 Mas Ibin-Elim, Zainul Ichwan mengatakan, debat paslon sangat berpengaruh terhadap pilihan masyarakat, terutama pada generasi muda dan kalangan akademisi. Karena itu, pihaknya berupaya maksimal menampilkan visi dan misi yang terbaik.

”Prinsipnya, penyajian materi visi-misi dalam debat harus disiapkan dengan baik. Lalu, ketepatan dan ketegasan menjawab pertanyaan panelis dan program-program juga terukur,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#debat pasangan calon #KPU #Kota Blitar #Rangga Bisma Aditya