BLITAR - TAK ada persiapan khusus yang dilakukan para paslon jelang debat perdana Jumat (18/10) malam. Mereka tampak optimistis bisa menunjukkan performa optimal dan mampu menarik simpati masyarakat.
“Kami hanya menggelar doa bersama sebelum berangkat. Tidak ada persiapan khusus,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Rijanto-Beky Herdihansah (Rizky), Miftakhul Huda, kepada Koran ini Rabu (16/10).
Huda mengaku sudah menerima kisi-kisi debat publik dari KPU Kabupaten Blitar. Paslon juga sudah mengetahui bahwa tema debat nanti adalah terkait soal kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
“Paslon kami sudah sangat berpengalaman. Pak Rijanto adalah mantan bupati sehingga sudah pasti paham dengan isu-isu yang ada dalam tema tersebut. Sedangkan Mas Beky juga sudah terbiasa berbicara di depan publik,” katanya.
Dalam debat pertama ini, KPU Kabupaten Blitar membatasi jumlah pendukung yang hadir dalam forum debat publik.
Karena itu, Huda juga akan menyesuaikan dan tidak membawa personel di luar jumlah yang sudah ditentukan.
“Dibatasi 50 orang, jadi selain paslon berikut pasangan masing-masing, kami hanya mengajak anggota fraksi dan para pengurus inti partai pengusul. Yakni, ketua, sekretaris, dan bendahara,” terangnya.
Hal senada disampaikan Ketua Tim Pemenangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni (Rindu), Muhammad Rifai.
Menurut dia, diskusi kecil sudah biasa dilakukan di internal tim pemenangan. Hal ini juga dilakukan jelang debat publik.
“Tidak ada persiapan khusus, hanya diskusi kecil bersama tim. Khususnya anggota dewan,” kata Rifai.
Rindu tidak akan membawa banyak massa dalam debat perdana. Tak pula arak-arakan pengusung menuju lokasi untuk meningkatkan kepercayaan diri paslon.
Menurut Rifai, Rini Syarifah bukan lagi orang baru di lingkungan politik dan pemerintahan sehingga hampir dipastikan performanya jauh berbeda dengan debat Pilkada 2020.
“Pengalaman 3,5 tahun itu sudah lebih dari cukup. Sedangkan calon wakil kami juga bukan kaleng-kaleng, lihat saja nanti,” terangnya.
Yang paling penting, kata Rifai, debat perdana ini jelas tidak cukup bagi paslon untuk menyampaikan gagasan dalam memimpin. Sebab, ada batasan tema atau isu yang dibahas dalam tiap debat.
“Tema debat pertama soal kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah ini belum menggambarkan seluruh visi misi paslon. Jadi, debat ini juga tidak boleh diikuti sepotong-sepotong dan harus berkelanjutan,” katanya lantas tertawa. (hai/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila