BLITAR - Ada 40 persen logistik Pilkada Kabupaten Blitar belum diterima KPU Kabupaten Blitar.
Ditargetkan semua logistik dapat terpenuhi dua minggu sebelum masa tenang. Setelah itu dapat mendistribusikan kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK).
Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugino mengatakan, masih banyak logistik belum diterima pelaksana pilkada ini.
Di antaranya masih dalam distribusi ada surat suara pemilihan gubernur Jawa Timur. Logistik lain belum datang, di antaranya alat coblos, sampul, formulir, alat tulis kantor (ATK), plastik, ziplock dan daftar pasangan calon.
“Terpenting surat suara, karena proses sortir dan lipat harus hati-hati. Jika rusak, harus cepat diganti. Logistik pendukung lain seperti ATK atau plastik, masih aman untuk diganti sendiri,” ujar Sugino ketika ditemui kemarin (21/10).
Dia melanjutkan, beberapa logistik yang rusak sudah diganti penyedia. Yakni kotak suara dan tinta diganti baru. Namun untuk bilik suara, meskipun rusak ternyata sisanya masih cukup dan sesuai kebutuhan pilkada.
Sementara itu, KPU Kabupaten Blitar menargetkan sortir dan pelipatan surat suara pemilihan bupati (pilbup) kelar dalam lima hari. Untuk mewujudkan hal itu, mengerahkan 150 pekerja yang bakal melakukan pelipatan dan sortir surat suara.
"Pelipatan dan sortir kami mulai pada Sabtu (19/10). Mudah-mudahan pada Rabu (23/10) ini atau lima hari sudah selesai. Karena dari perhitungan kami, satu dus 2 ribu surat suara dan bentuknya kecil. Satu hari pekerja bisa selesai 1 dus,"ungkapnya.
Ratusan pekerja sortir lipat ini berasal dari warga Kabupaten Blitar, ada warga Garum dan Ponggok.
Sesuai dengan regulasi, sebelum pekerja melaksanakan sortir dan pelipatan sudah diwanti-wanti menjalankan tugas dengan baik. Bahkan selama proses, diawasi petugas untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.
Dia memastikan pekerja ini tidak memiliki afiliasi dengan pasangan calon manapun agar prosesnya berjalan netral.
Untuk jumlah surat suara yang dilipat 988.403 lembar. Jumlah itu sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Blitar.
Untuk tambahan, ditambah surat suara cadangan sebanyak 2,5 persen untuk setiap tempat pemungutan suara (TPS).
"Jika ada temuan surat suara tidak layak, misal rusak atau cacat, maka akan segera diajukan penggantian. Ada cadangan. Nanti surat suara rusak akan kami musnahkan menjelang hari coblosan," pungkasnya. (jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila