BLITAR – Pilkada 2024 Kabupaten Blitar menjadi perhatian para tokoh nasional. Tidak hanya dari kalangan ulama, bahkan mantan presiden juga memberikan wejangan untuk para kontestan.
Para tokoh tersebut memang tidak secara terbuka memberikan dukungan kepada para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil Blitar.
Kendati begitu, potret kedekatan para paslon dengan para tokoh tersebut diyakini memiliki dampak signifikan untuk merebut hati para penggemar masing-masing.
“Kami memang merangkul semua elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama (toga). Itu justru yang utama,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Paslon 01 Rijanto-Beky Herdihansah (Rizky), Miftakhul Huda.
Dia mengatakan, hal ini selaras dengan hasil survei dilakukan salah satu lembaga terkait elektabilitas paslon peserta Pilkada 2024 Kabupaten Blitar.
Dalam survei tersebut, kata Huda, Rizky bisa memiliki elektabilitas yang bagus salah satunya karena dukungan dari ulama, Gus Iqdam.
“Karena itu mulai dari NU, Muhammadiyah, LDII, jemaah toriqoh, Nasrani, Hindu, Buddha dan golongan yang lain kami ajak bersama-sama membangun Kabupaten Blitar,” katanya.
Huda mengakui, Rizky bertemu beberapa tokoh ulama nasional, salah satunya Habib Syech Assegaf. Hal itu bukan hal yang aneh lantaran keduanya memang sudah memiliki hubungan sejak lama.
“Kebetulan ada acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Karena Pak Beky sudah lama kenal dengan Habib Syech maka beliu diundang untuk memeriahkan acara tersebut,” ungkap Huda.
Pihaknya menyadari bahwa paslon lain juga akan menggunakan cara berbeda untuk menarik perhatian dan dukungan masyarakat. Misalnya, dengan menggandeng tokoh-tokoh nasional.
“Tidak masalah. Kami pastikan hal itu tidak akan menyurutkan semangat dan kerja mesin politik untuk memenangkan paslon kami,” tegasnya.
Ya, video singkat paslon 02 Rini Syarifah-Abdul Ghoni (Rindu) bersama mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bertebaran di media sosial (medsos).
Dalam video tersebut, Jokowi memberikan beberapa nasihat kepada Rindu. Utamanya terkait pembangunan dan peternakan.
“Jadi kami diundang Pak Jokowi. Beliau memang ada kepentingan karena memang diminta oleh Pak Prabowo untuk membantu satu atau dua tahun di awal pemerintahan,” kata Ketua Tim Pemenangan Paslon 02, Muhamad Rifai.
Menurut dia, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang berhasil menarik perhatian pusat.
Karena itu, dalam pertemuan tersebut Jokowi menitipkan beberapa hal yang harus diperhatikan.
Tidak hanya karena proyek infrastruktur nasional, sektor peternakan Bumi Penataran juga berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.
Rifai mengatakan, pertemuan tersebut membawa implikasi yang besar terhadap dinamika politik di Bumi Penataran.
Sebab, pertemuan dengan mantan presiden itu jelas bukan sekedar wejangan tapi juga menyiratkan dukungan untuk paslon Rindu.
“Selama ini kami tidak pernah berkoordinasi dengan para pendukung atau relawan Pak Jokowi untuk mendukung pemenangan Rindu. Tapi ternyata mereka sudah bekerja. Baik Projo (Pro Jokowi) maupun Alap-Alap Jokowi tidak pernah merepotkan tim. Tentu, kami sangat berterima kasih,” ucapnya. (hai/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila