BLITAR - Debat ketiga Pemilihan Wali Kota (pilwali) Kota Blitar akan diselenggarakan Rabu (13/11) besok. Debat ketiga ini merupakan debat pemungkas pasangan calon (paslon) Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro dan Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba, sehingga harus mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menarik simpati masyarakat.
Informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar, debat ketiga mengangkat konsep yang berbeda dari pada debat sebelumnya. Karena pada debat ketiga ini akan menggunakan Bahasa Jawa.
”Ya, nanti ada salah satu segmen yang ketika mengajukan pertanyaan dan menjawab serta menyanggah harus menggunakan bahasa Jawa,” ungkap Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Dwi Hesti Ermono, Senin (11/11).
Penggunaan Bahasa Jawa tersebut merupakan inovasi dari KPU Kota Blitar agar debat berlangsung menarik. Menjadi pembeda dari debat pertama dan kedua.
”Penggunaan Bahasa Jawa ini juga dalam rangka melestarikan bahasa serta kearifan local yang kita miliki,” ujarnya.
Mengangkat tema tentang Persatuan dan Keselarasan Pembangunan. Seperti pada debat sebelumnya, dibagi menjadi enam segmen.
Ini merupakan debat terakhir sehingga harus dimanfaatkan masing-masing paslon secara maksimal.
Debat pemungkas besok diselenggarakan di Gedung Kesenian Aryo Blitar. Berbeda dengan dua debat sebelumnya yang digelar di Hall Kagawara Hotel Puri Perdana.
Meski diselenggarakan di tempat yang berbeda, aturan dan tata tertib debat tetap sama.
Nantinya, pendukung yang masih di dalam gedung debat tetap dibatasi maksimal 50 orang untuk masing-masing paslon. Debat ketiga juga tetap ditayangkan secara live streaming.
”Kami imbau bagi para pendukung maupun simpatisan yang ingin menonton debat bisa langsung lihat live streaming. Tidak perlu datang ke lokasi demi menjaga keamanan dan ketertiban, serta kelancaran proses debat,” tuturnya.
KPU kota berharap debat terakhir berjalan lancar dan tanpa ada gangguan keamanan dan ketertiban. Debat terakhir kali ini harus menjadi senjata pamungkas paslon untuk menarik suara rakyat.
”Ini jadi kesempatan terakhir paslon untuk menyampaikan visi-misi dan program secara lugas dan lengkap. Paslon harus all out karena ini demi masa depan rakyat untuk lima tahun ke depan,” tandas perempuan berjilbab ini. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila