BLITAR – Pemilih disabilitas menjadi perhatian serius Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar pada Pilkada serentak 2024.
Sebab, tingkat partisipasi pemilih disabilitas di Bumi Bung Karno dalam pemilihan sebelumnya di bawah 50 persen.
Di pilkada serentak ini, KPU kota berupaya keras untuk meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas.
Kaum disabilitas tetap memiliki hak untuk memilih calon pemimpin daerah terbaiknya. Jumlah pemilih disabilitas yang terdata KPU Kota Blitar mencapai hampir 1.200 jiwa.
Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya mengatakan, pemilih disabiltas merupakan pemilih yang wajib difasilitasi pada pesta demokrasi lima tahunan ini. Hak pilih kaum disabilitas harus tersalurkan.
”Pemilih disabilitas ini punya hak pilih dan harus difasilitasi dengan berbagai upaya,” jelasnya.
Salah satu upaya untuk mendongkrak partisipasi pemilih disabilitas yaitu menghadirkan TPS ramah disabilitas. Artinya, TPS-TPS yang tersebar harus menyiapkan fasilitas penunjang pemilih disabilitas.
”Memastikan TPS tersebut aman bagi pemilih disabilitas. Seperti jauh dari selokan dan tangga,” terangnya.
Sesuai ketentuan, pemilih disabilitas akan menjadi pemilih prioritas pada pemunguatan suara. Nantinya, pemilih disabilitas harus didahulukan ketika akan mencoblos di TPS.
”Ya, sebelumnya ketua KPPS meminta izin dulu kepada antrean pemilih untuk mendahulukan pemilih disabilitas untuk mencoblos,” ungkapnya.
Pemilih disabilitas terdiri dari disabilitas fisik, disabilitas mental, disabilitas tunawicara, disabilitas tunarungu, dan disabilitas intelektual.
Sejumlah pemilih disabilitas itu diakomodasi KPU Kota Blitar agar bisa menyalurkan hak pilihnya pada 27 November mendatang. KPU menggandeng Dinsos Kota Blitar, TKSK, dan pekerja sosial masyarakat (PSM) untuk membantu sosialisasi kepada kaum disabilitas.
Rendahnya partisipasi pemilih disabilitas dalam pemilu di Bumi Bung Karno selama ini karena beberapa faktor, di antaranya jarak tempuh dan tidak adanya pendamping yang mendampingi pemilih disabilitas pergi ke TPS.
”Kadang ada anggota keluarga yang enggan mengantarkan karena alasan tertentu. Maka itu, nanti kami upayakan jemput bola untuk memungut suara mereka,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila