BLITAR – Ada 37 tahanan Polres Blitar melakukan pemungutan suara di rumah tahanan, Rabu (27/11).
KPU memfasilitasi para tahanan ini untuk menggunakan hak suaranya pada pilkada serentak ini, tanpa keluar sel.
KPU turun langsung untuk mempersiapkan pencoblosan di rumah tahanan sejak pukul 11.00 WIB, karena lebih dulu cek lokasi pencoblosan.
Pencoblosan berlangsung selama 1 jam, dengan melibatkan TPS terdekat dari Mapolres Blitar.
Pencoblosan untuk puluhan tahanan ini dilakukan mulai pukul 12.00 WIB di rutan Mapolres Blitar.
Namun KPU dan KPPS perlu menyiapkan TPS khusus sekitar 5 menit, baru dimulai pencoblosannya. Pada rutan, hanya ada bilik suara saja untuk mencoblos. Sedangkan surat suara dimasukkan kotak suara kecil yang dibawa oleh KPPS.
Koordinator Divisi (Kordiv) Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Blitar Endah Yuni Endarwati mengatakan dari 37 tahanan yang melakukan pemungutan suara. Ada 1 tahanan perempuan melakukan pemungutan suara di Polsek Talun.
“Tahanan perempuan ini memang disendirikan. Karena rutan Mapolres Blitar banyak dihuni laki-laki. Nanti petugas KPPS akan datang ke polsek untuk melayani tahanan tersebut,” ujar Endah yang ditemui di Mapolres Blitar.
Dia melanjutkan, pendataan tahanan ini dilakukan sejak dibukanya daftar pemilih tambahan (DPTb) beberapa waktu lalu.
Tentu langsung berkoordinasi dengan Polres Blitar terkait jumlah tahanannya dan teknis pemungutan suara.
Awalnya ada 46 tahanan, namun berkurang hingga kini 37 tahanan yang masuk DPTb karena sisanya telah dipindah di Lapas Kelas IIB Blitar.
Pemungutan suara di rutan Mapolres Blitar ini difasilitasi langsung oleh 3 TPS terdekat. Mereka menggunakan surat suara cadangan untuk melayani pencoblosan oleh para tahanan ini.
Tahanan yang memakai kaus oranye dan biru ini tertib melakukan pencoblosan di rutan. Mereka dipanggil satu per satu untuk menuju mengisi daftar hadir pemilih.
Setelah itu menerima surat suara dan mencoblos di bilik suara. Hanya butuh waktu sekitar 30 detik tiap tahanan melakukan pemungutan suara pilkada ini.
“Ada beberapa tahanan yang berasal dari luar kota. Saya lupa jumlahnya. Maka dari itu, mereka hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,” tutur Endah.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Iptu Putut Siswahyudi mengatakan pihaknya memberlakukan pengamanan ketat untuk keberlangsungan pencoblosan di rutan Mapolres Blitar.
Petugas terlihat berjaga di depan sel untuk memanggil para tahanan dan di depan ruang Sat Tahti.
Meskipun begitu, polisi menghindari penjagaan ketika tahanan mencoblos, agar menjaga kerahasian dalam menggunakan hak pilih.
“Kami memberlakukan penjagaan khusus pencoblosan di ruang tahanan. Ada sekitar 10 petugas kepolisian yang kami kerahkan untuk menjaga area tahanan selama proses pencoblosan berlangsung. Syukurnya selama pencoblosan berlangsung lancar,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila