Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Warga Minta Jangan Ada Penimbunan Bansos: Curhat Pilu Saat Dikunjungi Bacawali Muda Blitar Elim Tyu Samba

Axsha Zazhika • Rabu, 23 Juli 2025 | 01:00 WIB

Warga Minta Jangan Ada Penimbunan Bansos: Curhat Pilu Saat Dikunjungi Bacawali Muda Blitar Elim Tyu Samba
Warga Minta Jangan Ada Penimbunan Bansos: Curhat Pilu Saat Dikunjungi Bacawali Muda Blitar Elim Tyu Samba

BLITAR – Isu distribusi bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan warga Blitar, terutama lansia dan masyarakat kurang mampu. Dalam kunjungan blusukan yang dilakukan bakal calon Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, suara rakyat tumpah ruah, menyampaikan keluhan dan harapan mereka secara langsung.

Dalam suasana yang penuh haru, beberapa warga bahkan menangis saat menyampaikan keluhan mereka kepada Elim Tyu Samba. Salah satu yang paling mencolok adalah keresahan mereka soal penyaluran bansos yang kerap tidak merata dan ditengarai ditimbun oleh oknum tertentu. Mereka berharap, jika kelak terpilih, Elim Tyu Samba benar-benar memperhatikan keadilan dalam distribusi bantuan.

"Kadang kami dengar bantuan datang, tapi nggak semua dapat. Padahal yang dapat itu-itu terus. Kami hanya minta tolong, jangan ditimbun, kasih ke yang berhak," ujar seorang ibu lansia dengan suara bergetar saat didatangi langsung oleh Elim di wilayah pinggiran Kota Blitar.

Baca Juga: Sudah Punya Gaji dari Negara, Masih Terima Bansos? Ini 8 Kategori yang Harusnya Dicoret!

Kunjungan door to door ini menjadi momen penting untuk menampung aspirasi nyata dari rakyat kecil yang selama ini merasa suaranya tidak terdengar. Elim sendiri tampak mendengarkan dengan seksama setiap keluhan yang muncul, tanpa canggung duduk lesehan bersama warga, bahkan ikut membantu menyuapi seorang kakek yang sudah tak mampu makan sendiri.

Menurut Elim, masukan dari warga adalah bentuk kepercayaan yang harus dijaga, terutama dalam isu-isu sensitif seperti bansos. Ia berjanji untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel, jika kelak dipercaya menjadi Wali Kota Blitar. “Saya ingin bansos tepat sasaran. Tidak boleh ada lagi orang yang pantas dibantu malah tidak kebagian,” ucapnya.

Selain masalah bansos, warga juga menyampaikan kesulitan mengakses layanan kesehatan dan kurangnya perhatian terhadap lansia yang hidup sebatang kara. Elim merespons dengan komitmen untuk memperkuat peran puskesmas dan layanan kesehatan keliling yang proaktif menjangkau rumah-rumah warga.

Baca Juga: Renungan Senin: Meski Tanpa Tanda, Tetap Setia dan Percaya pada Tuhan

Dari sisi warga, pertemuan itu menjadi ruang curhat yang selama ini tidak mereka dapatkan dari pejabat publik. Ada rasa lega yang terpancar dari wajah-wajah mereka setelah curahan hati mereka didengar langsung. Beberapa bahkan menyebut kunjungan Elim sebagai “angin segar” dalam musim politik yang kerap terasa dingin bagi rakyat kecil.

"Jarang-jarang ada calon pemimpin yang berani datang ke rumah seperti ini, mau dengerin keluhan kita tanpa protokol, tanpa sekat," kata Pak Leman, warga lainnya. "Saya harap kalau nanti jadi, dia nggak berubah."

Elim Tyu Samba sendiri merupakan salah satu figur muda yang digadang-gadang bakal membawa warna baru di kancah politik Blitar. Latar belakangnya yang dikenal dekat dengan dunia sosial dan relawan, menjadikannya punya pendekatan yang berbeda dari politisi konvensional.

Baca Juga: Masih Banyak Dana PIP Belum Cair: Siswa Diminta Sabar dan Aktif Cek Rekening

Meski masih tergolong baru dalam kontestasi politik tingkat kota, gaya komunikasinya yang luwes dan langsung menyentuh ke jantung persoalan masyarakat dinilai mampu menarik simpati. Bahkan di media sosial, beberapa momen kunjungannya viral karena dianggap menyentuh dan tidak dibuat-buat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, merindukan pemimpin yang hadir secara nyata. Bukan hanya lewat baliho dan janji kampanye, tetapi juga lewat interaksi tulus dan solusi konkret.

Dari sisi pengamat politik, gaya blusukan Elim ini bisa menjadi strategi efektif untuk merebut suara di tengah skeptisisme publik terhadap elite politik. “Dia memposisikan dirinya bukan sebagai orang yang lebih tinggi, tapi sebagai pendengar. Ini penting dalam membangun kepercayaan,” ungkap Ardy Baskoro, dosen ilmu politik di salah satu kampus di Jawa Timur.

Baca Juga: Resmi! 6 Kriteria Warga yang Tak Lagi Dapat Bansos, Termasuk ASN dan Gaji di Atas UMK

Menjelang Pilwali Blitar 2024, dinamika seperti ini akan menjadi penentu. Warga kini punya referensi nyata, bukan sekadar nama dan jargon. Jika Elim Tyu Samba mampu mempertahankan kedekatannya dengan rakyat sekaligus menawarkan program yang realistis, bukan tidak mungkin ia menjadi penantang kuat dalam kontestasi mendatang.

Lebih dari sekadar pencitraan, apa yang dilakukan Elim dalam kunjungan ke rumah-rumah warga membuka diskusi baru: bagaimana politisi seharusnya hadir? Apakah cukup dengan program, atau butuh empati yang diwujudkan dalam tindakan nyata?

Yang jelas, dari curhat-curhat pilu para warga Blitar tentang bansos, muncul harapan baru: keadilan sosial bisa diperjuangkan, asalkan pemimpinnya benar-benar mau mendengar.

Editor : Anggi Septian A.P.
#demokrasi #blitar #bansos #Elim Tyu Samba #politik #radar blitar