BLITAR – Perubahan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2025 sudah disepakati antara eksekutif dan legislatif.
Pemkot Blitar bakal memaksimalkan sejumlah program strategis lewat perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Prioritasnya, penanganan banjir hingga pembenahan rumah sakit daerah.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, proyek revitalisasi drainase, normalisasi sungai, dan pembenahan pintu air menjadi program prioritas yang segera direalisasikan.
Hal ini penting untuk pengendalian banjir dan genangan di ruas jalan ketika musim hujan tiba.
“Permasalahan banjir dan genangan ini hampir terjadi setiap tahun, maka itu harus segera dituntaskan,” ujarnya, Jumat (15/8/2025) lalu.
Selain infrastruktur pengendali banjir, pembenahan di segala aspek RSUD Mardi Waluyo juga menjadi sorotan. Tidak hanya tampilan fisik rumah sakit yang dibenahi, tetapi juga peningkatan layanan publik.
“Kami ingin menghadirkan wajah baru di RSUD. Masyarakat merasakan pelayanan lebih baik dengan sarana prasarana yang lebih representatif,” lanjutnya.
Sesuai rencana, pemkot akan mengubah nuansa pada bangunan RSUD yang terletak di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sananwetan, tersebut.
Sejumlah fasilitas yang rusak akan diperbaiki hingga pengadaan alat kesehatan baru untuk menunjang layanan pemeriksaan pasien.
Pembenahan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan anggaran daerah.
Untuk diketahui, pembenahan RSUD sebenarnya sudah dimulai sejak penunjukan Plt direktur. Sejumlah perubahan sistem manajerial dijalankan, lalu diperkuat dengan alokasi anggaran baru pada PAK 2025.
“Masukan masyarakat dan rekomendasi dewan juga menjadi dasar pembenahan. Semua kami tampung dan pelajari,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Ibin ini.
Di sisi lain, pemkot juga berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain peningkatan sektor pajak dan retribusi, pemkot tengah menyiapkan kantong-kantong parkir umum baru.
Aset pemkot yang mangkrak atau kurang termanfaatkan akan dialihkan untuk mendukung sektor ini.
“Targetnya ganda, menambah PAD sekaligus memberi fasilitas parkir yang lebih layak bagi masyarakat dan menertibkan parkir liar,” tegasnya.
Seluruh program dalam PAK 2025 disusun berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. “Pembangunan jangan hanya rutinitas, melainkan harus benar-benar menjawab kebutuhan warga,” pungkasnya.(sub/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah