Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno Gaungkan Pentingnya E-Voting dalam Pesta Demokrasi

Yanu Aribowo • Senin, 29 September 2025 | 21:14 WIB
DORONG E-VOTING: Romy Soekarno dalam agenda Penguatan Kelembagaan Literasi Demokrasi sebagai Fondasi Pemilu yang Demokratis.
DORONG E-VOTING: Romy Soekarno dalam agenda Penguatan Kelembagaan Literasi Demokrasi sebagai Fondasi Pemilu yang Demokratis.

BLITAR - Blitar memiliki modal sosial dan semangat inovasi untuk menjadi living laboratory dalam membangun prototipe demokrasi masa depan.

Selain itu, juga digaungkan pentingnya e-voting dalam pesta demokrasi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Romy Soekarno, anggota Komisi II DPR RI dalam agenda Penguatan Kelembagaan Literasi Demokrasi sebagai Fondasi Pemilu yang Demokratis, yang digelar Bawaslu Kabupaten Blitar, pada Jumat (26/9/2025) lalu.

Romy mendorong pemilu selanjutnya dijalankan dengan cara baru yakni e-voting.

Hal itu untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks. Harus ada formula baru agar proses pemungutan suara dan rekapitulasi berjalan lebih cepat dan efisien.

Transformasi menuju cara digital di antaranya dinilai mampu mengurangi kecurangan, mengurangi penggunaan kertas, hingga menghemat anggaran negara.

"Itu nantinya harus dihitung lebih cermat lagi oleh pemerintah, tapi dengan tim saya menghitung, kira-kira dengan e-voting kita bisa menghemat Rp 200 triliun," ungkapnya.

Dalam materi Membangun Mental Karakter Pemilih, Roadmap Demokrasi Digital dari Blitar, Romy juga memaparkan data Pemilu 2024 yang memberikan gambaran objektif tentang tantangan demokrasi.

Misalnya, ekskalasi disinformasi dengan temuan 2.119 hoax politik yang terdeteksi dalam 6 bulan.

Kondisi itu menjadi sebuah peningkatan signifikan yang menggerus ruang publik sehat. Kerentanan administratif, yakni sekitar 4 juta pemilih dalam DPT terkendala e-KTP, yang menyisakan pertanyaan tentang inklusivitas dan akurasi data.

Selain itu juga dinamika kepercayaan publilk, yang terbaca dalam indeks kepercayaan yang mengalami fluktuasi pascapemungutan suara, merupakan sinyal jelas perlunya memperkuat legitimasi proses melalui pengawasan yang kredibel.

Baca Juga: ⁠Dispendik Kota Blitar Mulai Data Lembaga Bimbel untuk Dilibatkan dalam Program Bimbel Gratis

"Dalam konteks inilah Bawaslu tidak hanya hadir sebagai watchdog, tetapi sebagai katalis untuk tata kelola pemilu yang lebih integratif dan partisipatif. Blitar, dengan modal sosial dan semangat inovasinya, harus menjadi living laboratory, tempat kita membangun prototipe demokrasi masa depan," tegas Romy.

Melalui forum ini, Bawaslu Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan literasi politik masyarakat sehingga rakyat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek penting dalam mengawal tegaknya demokrasi.

Beragam kalangan hadir dalam forum ini, di antaranya perwakilan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan (OKP), komunitas, media, influencer, serta perwakilan masyarakat difabel, yang menunjukkan semangat keterbukaan dan inklusi politik. (ynu/c1)

Editor : M. Subchan Abdullah
#literasi #demokrasi #E Voting #anggota dpr #digital #Romy Soekarno #Demokratis #pemilu