Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mahfud MD Ngaku Pernah Diancam Pejabat Kabinet: “Ada yang Mau Nyogok, Ada yang Saya Ancam Balik”

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Mahfud MD Ngaku Pernah Diancam Pejabat Kabinet: “Ada yang Mau Nyogok, Ada yang Saya Ancam Balik”
Mahfud MD Ngaku Pernah Diancam Pejabat Kabinet: “Ada yang Mau Nyogok, Ada yang Saya Ancam Balik”

BLITAR - Pengakuan mengejutkan datang dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
Dalam podcast “Terus Terang”, Mahfud secara blak-blakan mengungkap bahwa dirinya pernah diancam pejabat tinggi negara saat menjabat di kabinet.

“Yang menekan saya itu orang-orang besar juga. Ada yang nyuap, ada yang ngancam. Tapi saya ancam balik,” ujar Mahfud tegas.
Pernyataan itu sontak membuat suasana podcast seketika hening.

Mahfud menuturkan, ancaman itu muncul saat ia tengah menangani sejumlah kasus besar di kementeriannya.
Beberapa di antaranya menyangkut dugaan penyimpangan keuangan dan kasus hukum yang melibatkan tokoh berpengaruh di pemerintahan.

Ada yang dari Kabinet Juga

Dalam potongan video yang viral di media sosial, Mahfud tampak enggan menyebut nama secara langsung.
Namun, ia memberi isyarat bahwa sebagian pelaku masih berada di lingkaran kekuasaan hingga kini.

“Ini teman-teman itu, ada yang jadi menteri juga, loh. Kabinetlah, kabinet,” ujarnya sambil tersenyum tipis.
Kata-kata itu menimbulkan spekulasi liar di publik: siapa pejabat yang dimaksud?

Mahfud melanjutkan, kala itu dirinya ditekan untuk segera mengeluarkan sebuah keputusan yang terkait kasus hukum besar.

“Dia mendesak saya. Katanya ini bukan korupsi karena sudah putusan pengadilan. Saya bilang, memang bukan korupsi, tapi utangnya perdata. Suruh datang orangnya ke sini, saya mau ketemu langsung,” tutur Mahfud.

Menurutnya, tekanan tersebut bukan hanya verbal, tapi juga dalam bentuk permintaan politis dan upaya lobi uang.
“Ya, ada yang mau nyogok, ada yang ngancam, ada juga yang lewat perantara. Saya hadapi semua,” ucap Mahfud dengan nada datar.

Integritas Diuji

Mahfud mengaku tidak gentar karena baginya jabatan bukan segala-galanya.
“Kalau takut, saya sudah selesai. Saya lebih baik berhenti daripada disetir,” ujarnya.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Besar, Disbudpar Kota Blitar: Tak Ganggu Program Kegiatan

Ia juga menegaskan bahwa dalam setiap ancaman, dirinya memilih melawan dengan cara elegan: melaporkan dan menolak intervensi.
“Kalau ada yang coba tekan, saya bilang: ‘Silakan saja, saya punya data dan rekamannya.’ Biasanya langsung diam,” katanya sambil tertawa kecil.

Pengakuan Mahfud ini membuka tabir tentang kerasnya tekanan politik di balik layar pemerintahan.
Meski tanpa menyebut nama, publik langsung mengaitkannya dengan sejumlah kasus besar yang sempat ditangani Mahfud saat masih di kabinet.

Publik Kaget, Pejabat Diam

Pernyataan Mahfud langsung menjadi trending topic di berbagai platform media sosial.
Tagar #MahfudDiancam dan #PejabatKabinet ramai dipakai netizen untuk mendiskusikan siapa tokoh yang dimaksud.

Sejumlah aktivis antikorupsi menilai keberanian Mahfud patut diapresiasi.
“Ini bentuk perlawanan moral terhadap budaya takut di kalangan pejabat,” kata peneliti ICW, Lilis Suryani, kepada wartawan.
Menurutnya, jika Mahfud sampai berbicara sejujur itu, berarti tekanan yang ia hadapi bukan hal ringan.

Sementara itu, pengamat politik dari UGM, Dr. Dedi Arif, menyebut pernyataan Mahfud sebagai refleksi dari lemahnya sistem perlindungan pejabat yang bersih.
“Pejabat yang jujur justru diancam. Ini tanda bahwa korupsi masih bercokol kuat dalam jejaring kekuasaan,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah atau mantan kolega Mahfud di kabinet.
Beberapa jurnalis yang mencoba meminta konfirmasi hanya mendapat jawaban diplomatis dari sejumlah pejabat.

Simbol Perlawanan Moral

Meski tak lagi berada di pemerintahan, Mahfud tetap dikenal sebagai figur yang berani bicara apa adanya.
Pernyataannya kali ini menegaskan kembali reputasinya sebagai pejabat yang tidak takut kehilangan jabatan demi kebenaran.

“Dulu saya diancam, tapi saya ancam balik. Kalau semua pejabat berani begitu, negara ini bisa bersih,” ujarnya.

Pengakuan Mahfud bukan sekadar kisah pribadi, tapi juga potret realitas gelap dunia birokrasi Indonesia.
Di tengah tekanan kekuasaan, sedikit pejabat yang berani bicara jujur. Mahfud salah satunya.

Kini, publik menantikan apakah pernyataan itu akan ditindaklanjuti oleh lembaga hukum atau kembali hilang di antara hiruk pikuk politik nasional.

Editor : Anggi Septian A.P.
#pejabat kabinet #korupsi #mahfud md #integritas pejabat