Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

KDM dan “Korupsi Terbalik”: Antara Karisma Rakyat dan Penjaga Tak Kasatmata

Sarulloh Adi Prayoga • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB

KDM dan “Korupsi Terbalik”: Antara Karisma Rakyat dan Penjaga Tak Kasatmata
KDM dan “Korupsi Terbalik”: Antara Karisma Rakyat dan Penjaga Tak Kasatmata

BLITAR KAWENTAR-Dalam sebuah perbincangan antara Guru Gembul dan narasumber, muncul pembahasan menarik tentang sosok Kang KDM seorang tokoh yang dikenal berani dan dekat dengan rakyat. Tak hanya soal sikap politiknya, perbincangan juga menyinggung sisi spiritual, budaya Sunda, hingga kepercayaan akan kekuatan gaib yang diyakini melindunginya.

Guru Gembul menilai KDM memiliki strategi unik: ia “dikawal” bukan oleh aparat, melainkan oleh kedekatannya dengan rakyat. Dengan sikap merakyat dan tanpa jarak, KDM justru terlindungi dari permusuhan politik karena masyarakat melihatnya sebagai bagian dari mereka, bukan penguasa yang berjarak.

Menariknya, Guru Gembul menyebut KDM melakukan “korupsi terbalik”—yakni kecenderungan untuk mengorbankan aset pribadi demi kepentingan publik. Konsep ini, katanya, berakar dari budaya Sunda yang kolektif dan komunal, di mana batas antara milik pribadi dan milik bersama sering kali kabur.

Perbincangan kemudian melebar pada kepercayaan spiritual masyarakat Sunda, termasuk mitos Prabu Siliwangi dan simbol harimau sebagai lambang wibawa. Guru Gembul juga menyinggung bahwa sebagian masyarakat meyakini KDM dilindungi kekuatan supranatural, meski ia sendiri tidak mengklaim bisa membuktikannya.

Terlepas dari kontroversi politik dan kepercayaan mistik yang menyelimutinya, sosok KDM digambarkan sebagai pemimpin yang benar-benar hadir di tengah rakyat. Baik karena karisma, budaya, maupun keyakinan spiritual, KDM tetap menjadi figur yang memadukan antara kekuatan sosial dan simbol-simbol kearifan lokal Sunda.

Editor : M. Subchan Abdullah
#prabu siliwangi #hot news #politik