BLITAR – DPRD Kabupaten Blitar memiliki tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat. Tak heran sejumlah agenda dijalankan untuk memastikan tugas dan tanggung jawabnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Misalnya, para anggota dewan menerima sejumlah elemen masyarakat dalam agenda dengar pendapat (hearing), menjadi narasumber talkshow di radio, hingga hadir dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Terbaru, para anggota dewan menggelar hearing dengan sejumlah elemen masyarakat pada Kamis (23/10/2025) pagi. Misalnya, dengar pendapat dengan para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Tampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi, wakil ketua DPRD, dan sejumlah anggota dewan lain.
Kemarin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M Rifa’i, juga memiliki agenda penting lainnya. Yakni, hadir sebagai narasumber dalam talkshow diskusi publik di radio, dengan tema Penguatan Standar Keamanan dan Kelayakan Pondok Pesantren.
Dalam tema tersebut, M Rifa’i juga memberikan pandangan dan masukannya dari sisi kebijakan serta fungsi pengawasan dewan sebagai wakil rakyat.
Dalam momen tersebut, M Rifa’i menyampaikan bahwa dibutuhkan penyamaan visi antarlembaga, mulai pondok pesantren (ponpes), pemerintah, Kementerian Agama, hingga DPRD.
Harapannya, semua pihak mampu berkontribusi menjaga pendidikan ponpes sesuai dengan apa yang diinginkan.
“Berbagai hal, mulai keamanan dan kelayakan ponpes, termasuk di antaranya pengawasan,” jelasnya.
Selain itu, DPRD Kabupaten Blitar juga hadir dalam peringatan HSN 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar di Alun-Alun Kanigoro pada Rabu (22/10) malam. Dalam agenda tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi bersama M Rifa’i dan sejumlah anggota dewan lain hadir langsung menyemarakkan momen istimewa yang bersejarah bagi para santri.
Baca Juga: BKN Tegaskan Batas Akhir Pengusulan P3K 2025 Hanya Sampai 1 Oktober
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi mengatakan, kehadirannya bersama anggota dewan lainnya menunjukkan komitmen dalam memperingati HSN 2025.
Kehadiran para anggota dewan itu juga bentuk dukungan dan penghormatan kepada para santri. Pasalnya, peran para santri di tengah masyarakat sangat besar, salah satunya ikut andil dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan.
“Kami berharap melalui peringatan HSN ini keutuhan bangsa tetap terjaga. Santri menjadi simbol keteladanan moral, kedisiplinan, serta semangat keilmuan dan kebangsaan yang senantiasa menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” ungkapnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah