BLITAR KAWENTAR - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa kembali mencuri perhatian publik dengan gaya kepemimpinannya yang blak-blakan dan berani. Julukan "Menteri Koboy" yang melekat padanya bukan tanpa alasan. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Purbaya membuka tabir di balik gaya kontroversialnya yang kerap menggebrak berbagai penyimpangan di Kementerian Keuangan.
Purbaya mengungkapkan momen ketika pertama kali diminta menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden. "Waktu itu saya dipanggil ke Hambalang, Jumat, Sabtu, Minggu, 3 hari berturut-turut," kenang Purbaya. Ia menceritakan bagaimana Presiden mengajaknya berdiskusi panjang lebar selama 2 hingga 3 jam setiap harinya. Namun, hingga hari Minggu, belum ada kepastian apakah dirinya akan dilantik atau tidak.
"Hari Minggu ada kode-kode, tapi dia bilang jangan berharap dulu, ini belum tentu. Ya udah Pak, enggak apa-apa. Gua pikir kan gua selalu spesialis calon, enggak pernah jadi," ujar Purbaya dengan santai. Baru pada hari Senin jam 9 pagi, ia mendapat pesan WhatsApp untuk datang ke acara pelantikan. Sejak saat itu, perjalanan Purbaya sebagai Menteri Keuangan dimulai dengan berbagai gebrakan yang mengundang pro dan kontra.
Gebrak 200 Triliun dengan Persetujuan Presiden
Salah satu langkah paling kontroversial Purbaya adalah keputusannya memindahkan dana sebesar 200 triliun rupiah. Banyak pihak yang mempertanyakan apakah tindakan tersebut merupakan inisiatif pribadi atau arahan langsung dari Presiden. Menanggapi hal ini, Purbaya memberikan klarifikasi tegas.
"Saya enggak tahu ada petunjuk langsung apa enggak, tapi biasanya sebelum saya bertindak, saya lapor dulu ke Presiden. 'Pak, saya akan pindahin uangnya 200 triliun,' jalanin aja Pak," ungkap Purbaya. Ia menegaskan bahwa setiap langkah besar yang diambilnya selalu dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden sebelum dieksekusi.
Purbaya juga menjelaskan bahwa gebrakan-gebrakannya bertujuan untuk menciptakan optimisme di tengah ketidakpastian ekonomi. "Ketika orang lagi takut seperti itu, saya mesti bergaya beda. Tapi itu bukan gaya yang beda-beda banget. Dari dulu juga saya kayak begitu, ya ngomong ya udah saya lepas aja, enggak saya tahan lagi," katanya.
Julukan Menteri Koboy Bukan Tanpa Makna
Gaya komunikasi Purbaya yang lugas dan tanpa basa-basi membuatnya dijuluki sebagai "Menteri Koboy" oleh publik dan media. Julukan ini semakin menguat setelah ia beberapa kali memberikan pernyataan kontroversial yang mengungkap berbagai penyimpangan di tubuh Kementerian Keuangan.
"Untuk menciptakan optimisme, kalau kita enggak cukup bold, enggak cukup berani, gimana bisa optimis?" tegas Purbaya. Ia menambahkan bahwa keberaniannya berbicara terus terang justru diperlukan untuk membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.
Momen Dramatis di DPR yang Jadi Turning Point
Salah satu momen paling mengejutkan dalam karier Purbaya sebagai Menteri Keuangan adalah ketika ia harus menghadap DPR. Banyak pihak memprediksi bahwa ia akan "dihancurkan" oleh anggota dewan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
"Hari pertama mereka marah-marah, biar aja. Itu juga kecelakaan yang menguntungkan. Begitu saya ke DPR, orang kan melihat si Menteri Keuangan akan dihancurkan oleh DPR. Ternyata gua pintar sedikit kan," kenang Purbaya dengan nada jenaka.
Ia mengaku mampu menjawab semua pertanyaan DPR dengan memuaskan, sehingga justru mendapat respons positif. "Kita bisa balik dari situ, mereka bisa ngelihat masalah kita cukup fair. Kalau saya enggak bisa jawab pertanyaan DPR, selesai, minggu depannya saya pasti dipecat. Dan enggak apa-apa dipecat, memang enggak berguna," ujarnya blak-blakan.
Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Purbaya menegaskan bahwa semua tindakannya sebagai Menteri Keuangan didasari oleh prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia tidak pernah mengambil keputusan besar tanpa koordinasi dengan Presiden dan selalu siap mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil.
Baca Juga: Persebaya Ditahan Arema FC, Imbang 1-1 Berujung Pemecatan Pelatih Eduardo Perez
Gaya kepemimpinan Purbaya yang kontroversial namun efektif ini telah mengubah persepsi publik terhadap Kementerian Keuangan. Meskipun menuai kritik dari berbagai pihak, dukungan masyarakat terhadap sosok Menteri Koboy ini terus menguat seiring dengan transparansi yang ia tunjukkan dalam mengelola keuangan negara. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa