BLITAR KAWENTAR - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa mengungkapkan target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen secepat mungkin. Dalam konferensi pers usai pelantikan, Purbaya mengaku deg-degan dengan target tinggi tersebut, namun tetap optimis berkat pengalamannya selama 25 tahun sebagai ekonom.
"Saya deg-degan, berat banget. Tapi Presiden cukup agresif gitu," ungkap Purbaya Yudi Sadewa saat ditanya soal beban target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Presiden Prabowo menyampaikan target tersebut dalam rapat tertutup setelah pelantikan kabinet baru. Ketika ditanya kapan target harus dicapai, Prabowo menjawab tegas, "Jangan lama-lama, secepatnya."
Mantan Ketua Dewan Komisaris LPS ini mengakui bahwa mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam waktu singkat bukanlah perkara mudah. "Kalau sebagai ekonom ya, tahun ini 8 persen mungkin agak sulit. 2-3 tahun ke depan ada peluangnya dicapai," jelas Purbaya realistis.
Baca Juga: Internet Rakyat Rp100.000: 3 Wilayah Resmi Kebagian Akses Cepat 5G, Ini Penjelasan Lengkapnya
Strategi Menghidupkan Ekonomi dalam 100 Hari
Purbaya menargetkan pemulihan ekonomi dalam 100 hari pertamanya. Strategi utamanya adalah membalikkan arah perlambatan ekonomi menjadi pertumbuhan yang lebih cepat. "Yang penting kita balikin arah ekonomi yang melambat menjadi lebih cepat dulu. Let's say ke arah 6 persen, 6 persen lebih dalam waktu tidak terlalu lama," ujarnya.
Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani ini menegaskan bahwa dirinya memiliki pengalaman memadai untuk mengatasi tantangan ekonomi. "Saya sudah 25 tahun jadi ekonom. 10 tahun lebih jadi ekonom tingkatnya SBY, 5 tahun jadi Komite Ekonomi Nasional. Berapa tahun di KSP, terus membantu Pak Jokowi juga dalam mengatasi krisis 2020 COVID. Jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu," papar Purbaya menjelaskan rekam jejaknya.
Diagnosis Perlambatan Ekonomi Indonesia
Purbaya mengidentifikasi beberapa indikator perlambatan ekonomi yang terjadi sejak pertengahan 2024. "Sejak bulan Mei, Juni, Juli, Agustus ke sini ada indikasi ada sesuatu yang enggak lancar sehingga ekonomi cenderung melambat di kuartal ketiga," ungkapnya.
Baca Juga: Uang Rampasan Rp300 Miliar Dipamerkan KPK, Kasus Korupsi PT Taspen Terungkap Makin Mencekam
Mantan pejabat era Jokowi ini menilai bahwa demo-demo yang terjadi belakangan merupakan dampak dari perlambatan ekonomi yang dirasakan masyarakat. "Keributan demo-demo itu sebetulnya karena sebagian masyarakat mungkin ngerasa ekonomi melambat jadi tertekan," jelasnya.
Namun, Purbaya optimis kondisi bisa diperbaiki dengan cepat. "Sekarang kita kebalik, kita balikkan dengan cepat dalam seminggu, 2 minggu pasti akan balik," tegasnya.
Tanggapan Soal IHSG Anjlok
Ditanya soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok pasca pelantikannya, Purbaya tampak tenang. "Kalau IHSG anjlok biasa mungkin takut. Tapi kan saya lama di pasar, saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi," ujarnya percaya diri.
Baca Juga: Konsumen Gas Melon Melonjak, Pemkab Blitar Usul Tambah Kuota Pasokan ke Pangkalan
Kunci Pertumbuhan: Hidupkan Swasta dan Pemerintah
Purbaya mengungkapkan strategi utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi adalah dengan mengoptimalkan dua mesin ekonomi sekaligus: sektor swasta dan belanja pemerintah.
"Selama 20 tahun terakhir ini mesin kita timpang. Zaman Pak SBY yang jalan mesin private sektor dengan kredit tumbuh cepat, tapi pemerintahnya belum optimal. Zaman Pak Jokowi pemerintahnya bangun infrastruktur di mana-mana, private sektornya agak mati dengan kredit hanya tumbuh 7 persen rata-rata," jelas Purbaya menganalisis.
"Nah, ke depan kita akan hidupkan dua-duanya. Jadi, dengan itu 6-7 persen enggak terlalu susah," tambahnya optimis.
Optimalisasi Anggaran Jadi Prioritas
Menteri Keuangan baru ini juga berencana membentuk tim khusus untuk mempercepat penyerapan anggaran. "Kalau saya lihat masih ada pengelolaan uang yang masih belum optimal, kita akan perbaiki itu. Jadi walaupun anggarannya misalnya enggak terserap, kita akan pastikan dananya tidak mengganggu sistem perbankan," jelasnya.
Purbaya meyakinkan publik bahwa dirinya sudah berpengalaman menangani situasi serupa. "Pengalaman ini sudah kita kerjakan tahun 2021, 2020, 2015, 2008, 2009. Jadi Anda enggak usah takut. Saya di sana pada waktu semua peristiwa itu," tegasnya.
Pesan Presiden Prabowo
Purbaya mengungkapkan pesan langsung dari Presiden Prabowo kepadanya. "Ciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik, sejahterakan rakyat semaksimal mungkin. Kita enggak boleh gagal dengan program kita mensejahterakan rakyat kita. Itu yang akan saya kerjakan," ujar Purbaya dengan tegas.
Dengan pengalaman 25 tahun sebagai ekonom dan dukungan penuh dari Presiden Prabowo, Purbaya optimis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. "Masa depan kita akan cerah. Domestik demand kita kuat, 90 persen domestik demand. Masa kita takut, apalagi globalnya enggak jelek-jelek amat sekarang," pungkasnya. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa