Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Insinyur Lapangan Migas Jadi Menteri Keuangan: Perjalanan Karir Purbaya Yudi Sadewa dari Teknik Elektro ITB Sampai Gantikan Sri Mulyani

Rahma Nur Anisa • Rabu, 26 November 2025 | 00:40 WIB

Perjalanan karir Purbaya Yudi Sadewa dari insinyur migas ITB jadi Menteri Keuangan
Perjalanan karir Purbaya Yudi Sadewa dari insinyur migas ITB jadi Menteri Keuangan

BLITAR KAWENTAR - Purbaya Yudi Sadewa, Menteri Keuangan yang kini menggantikan Sri Mulyani Indrawati, memiliki perjalanan karir yang unik dan menarik. Dari insinyur lapangan migas hingga menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan, sosok kelahiran Bogor 7 Juli 1964 ini membuktikan bahwa latar belakang teknik bisa membawa seseorang ke puncak kebijakan ekonomi nasional.

Perjalanan karir Purbaya Yudi Sadewa dimulai dari pendidikan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, minatnya tidak berhenti di bidang teknik. Ia kemudian melanjutkan studi ke Amerika Serikat, tepatnya di Purdue University, dan berhasil meraih gelar master serta doktor di bidang ilmu ekonomi. Transformasi dari insinyur menjadi ekonom ini menjadi fondasi kuat bagi karirnya di kemudian hari.

Dari kecil, Purbaya tumbuh dalam keluarga sederhana di Bogor, Jawa Barat, yang sangat menekankan pentingnya pendidikan. Ketekunan dan kegemaran mempelajari hal-hal baru sejak sekolah membentuk karakternya sebagai sosok yang tidak pernah berhenti belajar. Perjalanan akademiknya dari teknik hingga ekonomi menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengejar passion yang sebenarnya.

Baca Juga: BPK Ungkap Kerugian Negara Rp 1 Triliun dalam Korupsi Taspen, KPK Minta Hitungan Investigatif Lengkap

Awal Karir di Industri Migas

Selepas kuliah, Purbaya memulai karir profesionalnya sebagai field engineer di Schlumberger Overseas SA, sebuah perusahaan multinasional terkemuka di bidang energi dan migas. Dari tahun 1989 hingga 1994, ia bekerja langsung di lapangan, mendapatkan pengalaman teknis yang sangat berharga.

Namun, selama bekerja di industri migas, minat Purbaya perlahan bergeser ke dunia ekonomi. Ia mulai aktif menulis dan melakukan riset ekonomi. Keputusan untuk mengambil pendidikan formal di bidang ekonomi di Amerika Serikat menjadi titik balik penting dalam perjalanan karirnya.

Kiprah di Dana Reksa Institute

Pada tahun 2000, Purbaya bergabung dengan Dana Reksa Institute sebagai senior ekonomis. Gaya analisisnya yang lugas dan tajam membuatnya cepat dikenal di kalangan ekonom Indonesia. Prestasinya kemudian membawanya dipercaya sebagai chief economist, posisi yang membuatnya semakin mendapat perhatian publik.

Baca Juga: Cara Daftar Internet Rakyat Terbaru: Wifi Ngegas 100 Mbps, Harga Cuma Rp100 Ribu/Bulan! Banyak yang Belum Tahu

Dari sinilah nama Purbaya mulai dikenal sebagai ekonom yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memberikan analisis praktis terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pengalaman di think tank ekonomi ini menjadi bekal penting untuk langkah karirnya berikutnya.

Merambah Dunia Pasar Modal

Karir Purbaya kemudian merambah ke dunia korporasi. Pada 2006 hingga 2008, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Danareks Securities, perusahaan yang bergerak di pasar modal. Tidak berhenti di situ, pada 2013 hingga 2015, ia kembali dipercaya sebagai anggota Dewan Direksi PT Danareksa Persero.

Pengalaman di sektor swasta, khususnya pasar modal, memberikan Purbaya pemahaman mendalam bagaimana teori ekonomi bertemu dengan praktik bisnis sehari-hari. Pengalaman ini membuat pandangan ekonominya semakin tajam dan realistis karena bersentuhan langsung dengan dunia usaha dan dinamika pasar keuangan.

Baca Juga: Vaksinasi PMK di Kabupaten Blitar Lampaui Target usai Dapat Limpahan Vaksin Belasan Ribu Dosis

Masuk Lingkaran Pemerintahan

Setelah berkiprah di sektor swasta, Purbaya masuk ke lingkaran pemerintahan. Dari 2010 hingga 2014, ia dipercaya sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia juga terlibat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional, posisi strategis yang membuatnya terlibat dalam pengambilan keputusan ekonomi nasional.

Tahun 2015, Purbaya mendapat tugas baru sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden, sekaligus menjadi staf khusus di Kemenko Politik Hukum dan Keamanan. Dari posisi-posisi ini, ia ikut memberikan masukan dan analisis untuk pengambilan keputusan besar negara.

Kiprah di Kemenko Maritim

Pada 2016, Purbaya bergabung dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Awalnya ia menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi. Dua tahun kemudian, ia naik jabatan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi.

Posisi ini sangat strategis karena menyangkut isu-isu penting mulai dari energi, sumber daya alam, hingga investasi lintas sektor. Selama empat tahun di jabatan ini, Purbaya banyak terlibat dalam koordinasi lintas kementerian. Pengalaman ini membuatnya semakin matang dalam memahami dinamika kebijakan publik di level nasional.

Baca Juga: Pengembalian Aset Kasus Korupsi Taspen Mengguncang: KPK Serahkan Rp 800 M, Janji Kejar Sisa Kerugian

Memimpin Lembaga Penjamin Simpanan

Pada 3 September 2020, Purbaya dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tugasnya saat itu tidak ringan karena Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19. Ia harus memastikan simpanan masyarakat tetap aman dan sistem keuangan nasional stabil.

Meski tidak banyak muncul di televisi, peran Purbaya di LPS sangat penting. Kebijakan-kebijakan yang ia ambil memberikan rasa aman bagi jutaan nasabah bank di Indonesia. Dari balik layar, ia memastikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian pandemi.

Menjadi Menteri Keuangan

Puncak perjalanan karir Purbaya tiba pada 8 September 2025. Presiden Prabowo Subianto menunjuk dan melantiknya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Penunjukan ini menjadi bagian dari reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga: Internet Rakyat: Cara Cek Rumah Sudah Terjangkau atau Belum, Banyak Warga Belum Tahu Metode Resminya

Dengan pengalaman panjang baik di sektor swasta maupun pemerintahan, Purbaya kini mengemban amanah besar untuk mengelola keuangan negara. Tugasnya tidak mudah karena ia harus menjaga stabilitas fiskal sekaligus menghadapi tantangan ekonomi global. Namun, perjalanan panjangnya dari insinyur lapangan migas hingga ekonom, dari sektor swasta hingga birokrasi, menunjukkan bahwa ia siap untuk tanggung jawab besar ini. (*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#Purbaya Yudi Sadewa #sri mulyani indrawati #menteri keuangan #ITB Teknik Elektro