BLITAR KAWENTAR - Proses Musyawarah Cabang (Muscab) PKB di Bumi Bung Karno pada Sabtu (29/3) berlangsung cukup tegang.
Muscab diwarnai dinamika internal sebelum akhirnya mengerucut pada tiga bakal calon (bacalon) Ketua DPC yang akan mengikuti tahap seleksi lanjutan.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menjelaskan seluruh tahapan Muscab telah berjalan dengan mekanisme musyawarah mufakat. Artinya, muscab berjalan sesuai koridor dan aturan yang berlaku partai.
Baca Juga: Mobil Bekas Murah di Bogor Diserbu! Avanza hingga Alphard Mulai Rp50 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
“Ya, semua proses sudah dilalui, mulai dari laporan kinerja hingga pemetaan bakal calon yang akan mengikuti tahapan selanjutnya,” ujarnya.
Dalam prosesnya, DPW PKB Jawa Timur semula mengusulkan tiga nama untuk memimpin DPC PKB Kota Blitar, yakni Yasin Hermanto, Eli Idayah Vitnawati, dan Syaqul Ma’arif. Namun, usulan tersebut tidak langsung disepakati oleh peserta Muscab.
Sejumlah unsur partai, termasuk Dewan Syuro DPC PKB Kota Blitar, menyampaikan keberatan. Sebab, ada beberapa nama lain yang turut diusulkan berdasarkan aspirasi dari kader di tingkat bawah atau akar rumput.
Adapun anggota Dewan Syuro, Mohammad Asroni, mengusulkan dua nama tambahan, yakni Zainul Ichwan dan Totok Sugiharto.
Sementara itu, Ketua DPAC PKB Kepanjenkidul, Mohammad Hariyanto, juga mengajukan nama Adi Santoso sebagai representasi aspirasi kader di tingkat bawah.
Namun dalam perkembangannya, Zainul Ichwan menyatakan tidak bersedia maju, sehingga tersisa lima nama yang dibahas dalam forum Muscab, yakni Yasin, Eli Idayah, Syaqul Ma’arif, Adi Santoso, dan Totok Sugiharto.
Meski diwarnai perbedaan pandangan, forum akhirnya mencapai kesepakatan melalui musyawarah mufakat dengan menambah dua nama untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Ini bagian dari proses demokrasi. Semua usulan dari bawah kami tampung dan akomodasi,” jelas Cucun.
Dia menegaskan, ketiga nama tersebut belum ditetapkan sebagai ketua terpilih, melainkan akan mengikuti serangkaian uji kompetensi, tes psikologi, hingga wawancara oleh tim DPP.
“Tidak hanya tes kompetensi, nanti juga ada wawancara untuk melihat kapasitas calon sebagai nahkoda PKB di Kota Blitar,” tambahnya.
Tahapan seleksi dijadwalkan berlangsung hingga April, sebelum masuk proses penyusunan struktur pada awal Mei.
Pengukuhan kepengurusan direncanakan pada 23 Juli mendatang, bertepatan dengan peringatan hari lahir PKB.
Cucun juga mengingatkan seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas dan kedekatan dengan masyarakat.
“Kader harus tetap merawat akar rumput, karena di situlah kekuatan utama PKB,” pungkasnya.(bud/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah