BLITAR KAWENTAR - Nasib mujur dirasakan oleh Hendi Budi Yuantoro, yang baru saja dilantik sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Kabupaten Blitar dari Fraksi PDI Perjuangan. Dia resmi duduk di kursi Komisi II. Dia sudah dua kali menduduki kursi legislatif, keduanya melalui jalur PAW.
Ditempatkan di Komisi II yang bermitra dengan BPKAD, Bapenda, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Perindag, hingga Koperasi dan UMKM, Hendik telah memetakan fokus utamanya pada ketahanan pangan yang terintegrasi.
"Saya sering dengar celetukan warga Usaha-usaha dewe, golek modal dewe, tiba-tiba ditariki pajak Istilah seperti itu tidak boleh ada lagi di Kabupaten Blitar. Pemerintah harus hadir secara nyata di tengah peternak, petani, dan UMKM. Program dan bantuan harus benar-benar turun menyentuh mereka," tegas pria 45 tahun ini.
Baca Juga: Tips Sukses Kuliah untuk Mahasiswa Baru Wajib Tahu Persiapan Ini
Dia menegaskan, tekanan ekonomi global, potensi inflasi, hingga mahalnya harga kebutuhan pokok dinilai haruse direspons dengan penguatan sektor hulu. Dia mengamati bahwa potensi peternakan, pertanian, dan industri UMKM lokal di Kabupaten Blitar sejatinya luar biasa, namun kerap berjalan sendiri-sendiri tanpa jalinan ekosistem yang solid.
Hendi yang juga peternak, memahami betul pahit-manisnya perjuangan berburu pakan murah dan kepastian harga jual. Apalagi, Kabupaten Blitar menyandang predikat sebagai salah satu lumbung telur terbesar di Indonesia yang sering kali mewarnai pemberitaan nasional akibat dinamika gejolak harga pakan.
Oleh karena itu, ia mendorong terbentuknya integrasi antara sektor pertanian penyedia bahan pakan dengan peternak lokal. Tak hanya itu, keberadaan industri peternakan skala besar di Kabupaten Blitar, seperti PT Greenfields Indonesia, juga didorong untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih inklusif bagi peternak rakyat di sekitarnya.
Baca Juga: Rekomendasi Magic Com yang Cocok untuk Mahasiswa dengan Harga Terjangkau dan Awet
"Harapan saya di Komisi II ini sederhana tapi fundamental: mewujudkan tagline daerah yang berdaya dan berjaya. Kita harus mampu berdikari di bidang pangan. Kalau sektor pertanian, peternakan, dan UMKM-nya kuat, otomatis perekonomian masyarakat Blitar akan terangkat," ungkapnya.
Bagi Hendik, melangkah ke ranah politik praktis bukanlah jalan tol yang mulus. Jauh sebelum namanya tercatat di lembaran dewan, pria lulusan Magister Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) ini mengawali kariernya di dunia jurnalisme. Latar belakangnya sebagai wartawan yang kerap menggeluti isu-isu sosial, ekonomi, dan kebijakan publik, justru memantik naluri kritisnya untuk terjun langsung membenahi sistem dari dalam.
Perjalanan politiknya pun diwarnai dinamika naik-turun. Berulang kali bertarung di kontestasi legislatif dan sempat mengecap kekalahan, namun tak memadamkan semangatnya.
Konsistensi menjadi pegangan utamanya ketika bergabung dengan partai berlogo banteng moncong putih tersebut sejak 2019.
Baca Juga: Rekomendasi Magic Com yang Cocok untuk Mahasiswa, Pilih Sesuai Budget atau Fitur Lengkap?
"Politik itu bukan sekadar manuver, tapi soal konsistensi dan dedikasi. Pada momen-momen krusial, saya percaya ada invisible hand atau tangan Tuhan dan sedikit keberuntungan yang menuntun saya sampai ke titik ini untuk mengabdi bagi warga Blitar," pungkasnya.(jar/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah