JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 masih didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Kedua komponen tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada periode April–Juni 2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Muhammad Edi Mahmud, menyebut konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Indonesia dengan porsi 53,32 persen dan tumbuh 5,06 persen secara tahunan.
Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menempati posisi kedua dengan kontribusi 29,36 persen dan pertumbuhan 6,87 persen.
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
BPS mencatat konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai lebih dari separuh total PDB Indonesia, yakni sebesar 53,32 persen.
Selain memberikan kontribusi terbesar, komponen ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,06 persen pada kuartal II 2026.Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas belanja masyarakat masih menjadi faktor penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: 30 Anak di Kabupaten Blitar Jadi Korban Kekerasan, Kasus Seksual Masih Mendominasi
Investasi Tumbuh Lebih Tinggi
Di posisi kedua, PMTB atau investasi mencatat kontribusi sebesar 29,36 persen terhadap PDB.Komponen ini tumbuh 6,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
BPS menyebut gabungan kontribusi konsumsi rumah tangga dan investasi mencapai 82,68 persen terhadap perekonomian Indonesia.
Besarnya porsi kedua komponen tersebut menunjukkan peran strategis konsumsi masyarakat dan investasi dalam menopang pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Tayo Café Blitar Jadi Pilihan Nongkrong Nyaman, Ada Kopi Kekinian hingga Jus Segar Mulai Rp7 Ribu
Belanja Pemerintah Tumbuh Tertinggi
Meski kontribusinya relatif lebih kecil, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada kuartal II 2026.
BPS melaporkan konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya belanja pegawai serta pengeluaran untuk barang dan jasa.
Baca Juga: Bahaya ODOL Mengintai di Musim Giling, Truk Muatan Tebu Terguling di Jalur Kesamben Blitar
Namun demikian, kontribusi konsumsi pemerintah terhadap total PDB masih berada di bawah konsumsi rumah tangga dan investasi.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 masih bertumpu pada kekuatan konsumsi domestik dan investasi, sementara belanja pemerintah menjadi komponen dengan laju pertumbuhan paling tinggi selama periode tersebut.
source:Youtube/@METRO TV
Editor : Dinda Atha Putri Maharani