JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dan menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih tumbuh kuat.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Muhammad Edi Mahmud, mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh kinerja positif di hampir seluruh lapangan usaha.
Selain itu, sejumlah sektor juga mencatat laju pertumbuhan yang cukup tinggi sepanjang periode April hingga Juni 2026.
Industri Pengolahan Jadi Motor Perekonomian
BPS mencatat industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026.Sektor ini juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dibandingkan lapangan usaha lainnya.
Kinerja industri pengolahan menunjukkan aktivitas produksi nasional masih berjalan baik dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Peran sektor manufaktur tersebut dinilai penting karena memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lain, mulai dari perdagangan hingga distribusi barang.Baca Juga: 30 Anak di Kabupaten Blitar Jadi Korban Kekerasan, Kasus Seksual Masih Mendominasi
Listrik, Gas, dan Akomodasi Tumbuh Paling Tinggi
Meski industri pengolahan menjadi kontributor terbesar, sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi berasal dari pengadaan listrik dan gas.Selain itu, sektor penyediaan akomodasi serta makan minum juga mencatat pertumbuhan yang kuat.
Pertumbuhan pada sektor akomodasi dan makan minum menunjukkan aktivitas masyarakat serta mobilitas ekonomi yang terus meningkat.
Kondisi tersebut turut mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan pariwisata, perhotelan, dan konsumsi masyarakat selama triwulan kedua tahun ini.Baca Juga: Tayo Café Blitar Jadi Pilihan Nongkrong Nyaman, Ada Kopi Kekinian hingga Jus Segar Mulai Rp7 Ribu
Nilai PDB Capai Rp6.552,1 Triliun
Berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun.Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun.
BPS juga mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026 atau secara quarter to quarter (qtq).
Capaian tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan ekonomi global.Baca Juga: Bahaya ODOL Mengintai di Musim Giling, Truk Muatan Tebu Terguling di Jalur Kesamben Blitar
Dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,29 persen dan kinerja positif di berbagai sektor usaha, ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 menunjukkan ketahanan yang tetap terjaga serta didukung oleh aktivitas ekonomi domestik yang kuat
source:Youtube/@tvOneNews
Editor : Dinda Atha Putri Maharani