JAKARTA - Ganjar Pranowo menyoroti persoalan politik transaksional yang masih menjadi tantangan dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Menurutnya, politik seharusnya tidak selalu dijalankan dengan kepentingan transaksional karena ada prinsip yang harus tetap dipertahankan.
Ganjar Pranowo mengatakan tidak semua hal dalam politik harus dipertukarkan. Ada persoalan yang masih bisa dinegosiasikan, tetapi terdapat pula prinsip yang tidak seharusnya dikorbankan hanya demi kepentingan tertentu.
Pandangan tersebut berkaitan dengan fenomena politik yang kerap diwarnai pertanyaan mengenai keuntungan yang akan diperoleh. Ia menyinggung istilah “wani piro” sebagai gambaran ketika pilihan politik dikaitkan dengan imbalan.
Menurut Ganjar, kondisi semacam itu dapat memunculkan persoalan yang lebih besar. Masyarakat bisa menjadi semakin sinis terhadap politik karena melihat proses politik hanya sebagai transaksi untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
Ia menilai pendidikan kepada masyarakat menjadi salah satu bagian penting untuk menghadapi persoalan tersebut. Penegakan hukum juga harus berjalan sehingga praktik-praktik yang mencederai proses demokrasi dapat dicegah.
Baca Juga: Sentuh Tanahku Punya Banyak Fitur, Bisa Lacak Berkas hingga Cek Sertifikat
Ganjar Pranowo Bicara Soal Prinsip dalam Politik
Ganjar menjelaskan bahwa seorang politisi perlu memiliki prinsip yang jelas. Politik tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan pegangan hanya karena mengejar posisi atau kepentingan jangka pendek.
Menurutnya, prinsip tersebut juga berkaitan dengan cara seorang pemimpin menjalankan pemerintahan. Ketika seseorang berada di dalam pemerintahan, ia memiliki ruang lebih besar untuk membuat kebijakan. Namun, ketika berada di luar pemerintahan, seseorang tetap dapat memberikan kontribusi melalui kontrol terhadap kekuasaan.
Ganjar juga menyinggung pentingnya sikap kritis terhadap pemimpin. Ia mengingatkan bahwa dukungan kepada seorang pemimpin tidak berarti semua tindakan pemimpin tersebut harus dibenarkan.
Dalam pandangannya, masyarakat perlu tetap memiliki keberanian untuk memberikan kontrol ketika kebijakan atau tindakan pemerintah dianggap tidak sesuai dengan prinsip yang seharusnya dijalankan.
Ia juga menekankan pentingnya menghormati pihak yang memenangkan kontestasi politik. Setelah proses pemilihan selesai, pihak yang menang memiliki tanggung jawab untuk memimpin, sedangkan pihak yang kalah perlu menghormati hasil tersebut.
Integritas Jadi Bagian dari Harapan Ganjar
Bagi Ganjar, persoalan politik tidak bisa dilepaskan dari integritas. Ia melihat bahwa pemerintahan yang baik harus memiliki komitmen untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjalankan kepentingan kelompok.
Ia juga mengaitkan persoalan politik dengan kondisi ekonomi. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kepastian hukum, kemudahan perizinan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Pengusaha juga perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Di sisi lain, pemerintah harus memperhatikan kekuatan pasar domestik agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada komoditas tertentu.
Baca Juga: Sentuh Tanahku Punya Banyak Fitur, Bisa Lacak Berkas hingga Cek Sertifikat
Ganjar menilai integritas menjadi salah satu fondasi yang penting dalam membangun iklim ekonomi tersebut. Kepastian hukum dan pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat maupun pelaku usaha.
Ia juga melihat perlunya perhatian terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Membantu masyarakat, menurutnya, tidak selalu harus dilakukan melalui jabatan politik.
Ganjar mengaku masih menerima berbagai pesan dari masyarakat yang meminta bantuan mengenai persoalan pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan administratif. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan masyarakat tetap dapat ditemui meskipun seseorang tidak sedang memegang jabatan pemerintahan.
Pada akhirnya, Ganjar menyampaikan harapannya terhadap Indonesia. Ia ingin melihat Indonesia memiliki pemerintahan yang berintegritas, antikorupsi, serta benar-benar melayani masyarakat.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa bagi Ganjar, politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan. Politik juga menyangkut tanggung jawab, prinsip, kontrol, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : PUSAKA NEGERI