Mochamad Ashari Maju Jadi Kepala Desa Krenceng, Eks Konsultan Ini Bawa Misi Besar

Axsha Zazhika • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:00 WIB
Mochamad Ashari maju sebagai calon Kepala Desa Krenceng nomor urut 01 dengan misi memperkuat ekonomi dan memberdayakan pemuda.(DOK PRIBADI)
Mochamad Ashari maju sebagai calon Kepala Desa Krenceng nomor urut 01 dengan misi memperkuat ekonomi dan memberdayakan pemuda.(DOK PRIBADI)

KABUPATEN BLITAR– Mochamad Ashari, mantan konsultan pemberdayaan masyarakat yang berpengalaman menangani konflik perusahaan dan warga, memantapkan langkah maju sebagai calon Kepala Desa Krenceng dengan nomor urut 01.

Berbekal pengalaman di bidang community development, pendidikan ekonomi, serta pendampingan koperasi, pria kelahiran 1964 ini membawa visi membangun desa yang mandiri, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda.

Keputusan Ashari terjun ke pemerintahan desa menjadi babak baru dalam perjalanan profesionalnya. Selama bertahun-tahun, ia berkecimpung dalam penyelesaian persoalan lahan, ketenagakerjaan, dan kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Kini, pengalaman tersebut ingin ia bawa pulang ke Desa Krenceng. Baginya, membangun desa bukan sekadar menjalankan pemerintahan, melainkan memastikan masyarakat mampu mengelola potensi lokal dan menikmati hasil pembangunan secara berkelanjutan.

“Selama ini saya banyak mendampingi masyarakat di luar sana untuk berdaya dan mandiri. Kini, sudah menjadi kewajiban moral sekaligus panggilan hati saya untuk pulang. Saya ingin membawa seluruh pengalaman ini untuk membangun Desa Krenceng agar jauh lebih berdaya, mandiri, dan tidak lagi hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Mochamad Ashari Ingin Optimalkan Potensi Desa

Pengalaman sebagai tenaga community development di sejumlah wilayah, mulai dari Timika, Sorong, hingga Kalimantan Timur, membentuk pandangan Ashari mengenai pembangunan berbasis potensi lokal.

Ia menilai Desa Krenceng memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor pertanian dan pemanfaatan sumber daya air. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara serius agar mampu menjadi sumber penghidupan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di dunia korporasi, saya belajar bagaimana membangun kemitraan yang menguntungkan. Saya ingin menerapkan ilmu ini agar warga Krenceng bisa bangkit. Kita punya potensi pertanian dan sumber daya air yang melimpah; ini yang harus kita garap serius agar desa kita mandiri secara ekonomi,” katanya.

Bagi Ashari, pengalaman menjembatani kepentingan perusahaan dan masyarakat dapat menjadi bekal untuk membangun kerja sama yang produktif di tingkat desa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sumber daya secara optimal dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama pembangunan.

Penguatan Ekonomi dan Koperasi Jadi Perhatian

Selain pengembangan potensi alam, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu fokus yang disorot Ashari. Latar belakang pendidikan Manajemen Sumber Daya Manusia di IKOPIN Bandung, pengalaman sebagai konsultan kemitraan KUD di Jawa Timur, serta perannya sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Krenceng menjadi bekal dalam memahami pengelolaan ekonomi masyarakat.

Ia mendorong optimalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan koperasi, serta penciptaan peluang kerja yang bertumpu pada potensi desa.

“Penguatan ekonomi lokal ini adalah harga mati. Lewat optimalisasi potensi desa, pengembangan UMKM, hingga tata kelola koperasi yang benar, ini bisa menjadi tulang punggung kesejahteraan warga Krenceng. Kita harus bisa membuka lapangan kerja dan mengangkat perekonomian desa tanpa harus selalu bergantung pada pihak luar,” tegasnya.

Menurut Ashari, tata kelola ekonomi yang baik harus berjalan beriringan dengan kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi desa tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Rangkul Pemuda Lewat Olahraga dan Kesenian

Ashari juga menaruh perhatian pada pemberdayaan generasi muda. Ia ingin pemuda Desa Krenceng memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, berorganisasi, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang positif.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong sinergi dengan Karang Taruna, Ansor, dan Fatayat. Sejumlah kegiatan yang ingin diperkuat meliputi olahraga voli, pencak silat, serta kesenian tradisional dan kesenian bernuansa Islami.

“Kegiatan seperti voli, pencak silat, dan seni ini bukan sekadar menyalurkan hobi, tapi juga membangun karakter, kebugaran, dan solidaritas sosial. Saya ingin wadah-wadah ini terus hidup agar pemuda Krenceng bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berkontribusi bagi desanya,” imbuhnya.

Berbekal Pendidikan dan Pengalaman Internasional

Dari sisi akademik, Ashari merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Ia juga pernah menimba ilmu di Cooperative Center Denmark pada 1995 dan aktif sebagai dosen luar biasa.

Pengalaman pendidikan serta profesional tersebut ingin ia manfaatkan untuk mendorong tata kelola desa yang transparan, tertata, dan mampu mengembangkan sumber daya secara mandiri.

Ashari menegaskan, pembangunan Desa Krenceng membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, masyarakat, dan generasi muda. Semangat kemitraan harus menjadi landasan agar berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Membangun Krenceng harus dengan prinsip saling membutuhkan, saling menguntungkan, dan saling memperkuat,” ujarnya.

Ia berharap, apabila mendapat kepercayaan masyarakat, pengalaman yang dimilikinya dapat menjadi modal untuk membawa Desa Krenceng menuju masa depan yang lebih sejahtera, berdaya, dan bersatu.

“Dengan berbekal latar belakang pendidikan dan pengalaman seperti ini, saya sangat yakin, bersama dengan masyarakat, kita akan mampu mewujudkan Desa Krenceng yang ‘Keren & Berkelas’,” pungkasnya.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
Mochamad Ashari Kepala Desa Krenceng Desa Krenceng pemberdayaan masyarakat Koperasi Desa Merah Putih