Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Sejarah Piala Dunia FIFA: Berawal dari Penolakan Inggris hingga Jadi Turnamen Sepak Bola Terbesar di Dunia

Cecilia Dzakira Pasha • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:43 WIB
Menolak Lupa Sejarah! Dari sebuah gagasan yang sempat ditolak Inggris pada 1904, kini Piala Dunia menjelma jadi panggung olahraga terbesar di bumi. Simak perjalanan lengkapnya!
Menolak Lupa Sejarah! Dari sebuah gagasan yang sempat ditolak Inggris pada 1904, kini Piala Dunia menjelma jadi panggung olahraga terbesar di bumi. Simak perjalanan lengkapnya!

 JAKARTA BLITAR KAWENTAR.JAWAPOS.COM– Sejarah Piala Dunia FIFA ternyata tidak lahir begitu saja. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu berawal dari gagasan sekelompok tokoh sepak bola Eropa yang ingin membentuk organisasi internasional demi menyatukan aturan permainan dan menghadirkan kompetisi antarnegara.

Kini, Piala Dunia FIFA menjadi ajang olahraga paling bergengsi yang selalu dinantikan miliaran penggemar di seluruh dunia. Namun, perjalanan menuju turnamen pertama pada 1930 dipenuhi tantangan, mulai dari penolakan, perang dunia, hingga berbagai kontroversi yang mewarnai organisasi FIFA.

Pada awal abad ke-20, sepak bola berkembang pesat di berbagai negara Eropa. Meski demikian, belum ada organisasi internasional yang mengatur kompetisi secara menyeluruh.

Baca Juga: Modifikasi Honda Jazz GK5 Bergaya Mugen Ini Jadi Sorotan IMX Surabaya, Warna Gold Custom Bikin Pangling

Sejumlah tokoh dari Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, dan Denmark kemudian menggagas pembentukan federasi sepak bola dunia. Upaya mereka sempat ditolak oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris yang saat itu merasa tidak membutuhkan organisasi internasional.

Meski mendapat penolakan, mereka tetap melanjutkan rencana tersebut. Pada 21 Mei 1904 di Paris, lahirlah Fédération Internationale de Football Association (FIFA) yang dipimpin Robert Guérin sebagai presiden pertama.

Sejak saat itu, FIFA memiliki misi besar menyatukan sepak bola dunia melalui aturan yang seragam dan kompetisi internasional.

Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Masih Jadi Tanda Tanya, Ini Daftar Gaji ASN Terbaru Berdasarkan Golongan

Dua dekade setelah FIFA berdiri, organisasi tersebut belum memiliki turnamen yang benar-benar menjadi simbol supremasi sepak bola dunia. Saat itu, kompetisi tertinggi masih berada di bawah Olimpiade.

Ketika Jules Rimet menjabat Presiden FIFA, ia mengusulkan penyelenggaraan turnamen sepak bola internasional yang terbuka bagi seluruh negara.

Gagasan tersebut awalnya dianggap terlalu ambisius. Namun dukungan datang dari Uruguay yang baru saja meraih prestasi di Olimpiade dan siap menjadi tuan rumah sekaligus menanggung biaya penyelenggaraan.

Pada Kongres FIFA tahun 1928, disepakati bahwa Piala Dunia akan digelar setiap empat tahun sekali.

Uruguay resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama pada 1930.

Negara Amerika Selatan itu membangun Stadion Centenario di Montevideo yang kala itu menjadi stadion terbesar di dunia dengan kapasitas sekitar 100 ribu penonton.

Turnamen perdana berlangsung sukses dan Uruguay keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina di partai final. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting yang mengangkat nama FIFA di mata dunia.

Baca Juga: DBHCHT Kota Blitar Dipangkas Hampir 50 Persen, Sektor Kesehatan Tetap Jadi Prioritas Utama

Kesuksesan awal Piala Dunia tidak berlangsung mulus. Krisis ekonomi dunia dan pecahnya Perang Dunia II membuat kompetisi harus dihentikan.

Piala Dunia 1942 dan 1946 batal diselenggarakan. FIFA pun menghadapi berbagai kesulitan, termasuk kondisi keuangan organisasi yang memburuk.

Setelah perang usai, turnamen kembali digelar pada 1950 di Brasil. Edisi tersebut dikenang karena kemenangan dramatis Uruguay atas tuan rumah Brasil di Stadion Maracanã dalam laga yang kemudian dikenal sebagai "Maracanazo".

Memasuki dekade 1970-an, Piala Dunia berkembang menjadi ajang olahraga global. Presiden FIFA João Havelange memperluas pengaruh sepak bola ke Afrika, Asia, dan berbagai kawasan lain.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Berpeluang? Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Picu Harapan Baru

Kerja sama dengan perusahaan besar seperti Adidas dan Coca-Cola membuat penyelenggaraan Piala Dunia semakin profesional dan bernilai ekonomi tinggi.

Pada periode inilah hak siar televisi, sponsor, dan pemasaran berkembang pesat sehingga Piala Dunia berubah menjadi salah satu acara olahraga paling bernilai di dunia.

Di balik perkembangan tersebut, FIFA juga tidak lepas dari kontroversi.

Sejumlah dugaan korupsi, pengaturan kepentingan, hingga persoalan pemilihan tuan rumah mencoreng citra organisasi.

Salah satu tokoh yang paling banyak disorot adalah Sepp Blatter. Ia akhirnya mengundurkan diri pada 2015 setelah FIFA diterpa skandal korupsi yang mengguncang organisasi tersebut.

Meski demikian, berbagai persoalan internal tidak menghentikan antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Makin Dinanti, Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Jadi Sorotan

Lebih dari 90 tahun sejak pertama kali digelar, Piala Dunia FIFA telah menjadi simbol persatuan melalui olahraga.

Turnamen ini tidak hanya melahirkan legenda-legenda sepak bola dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Dari sebuah ide yang sempat ditolak Inggris hingga menjadi kompetisi olahraga terbesar di planet ini, sejarah Piala Dunia FIFA menunjukkan bahwa visi para pendirinya berhasil diwujudkan. Kini, setiap edisi Piala Dunia selalu menjadi perhatian dunia dan terus menghadirkan kisah-kisah baru yang memperkaya sejarah sepak bola internasional.

 

source : youtube CINETALK

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
#Sejarah Piala Dunia FIFA #Uruguay 1930 #piala dunia #Jules Rimet #fifa