Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Persija Jakarta Gandeng Adidas dan Bidik Kyohei Yoshino, Era Baru Macan Kemayoran Dimulai?

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 4 Juli 2026 | 17:20 WIB
Persija Jakarta resmi menggandeng Adidas dan dikabarkan segera merekrut Kyohei Yoshino untuk menghadapi Super League musim 2026-2027.(Pinterest)
Persija Jakarta resmi menggandeng Adidas dan dikabarkan segera merekrut Kyohei Yoshino untuk menghadapi Super League musim 2026-2027.(Pinterest)

BLITAR KAWENTAR.JAWAPOS.COM - Persija Jakarta memasuki babak baru dalam persiapan menghadapi musim 2026-2027. Tidak hanya memperkenalkan pelatih baru, klub berjuluk Macan Kemayoran itu juga resmi menjalin kerja sama dengan Adidas sebagai apparel resmi sekaligus dikabarkan segera merampungkan transfer gelandang bertahan asal Jepang, Kyohei Yoshino.

Kehadiran Adidas dan potensi bergabungnya Kyohei Yoshino menjadi sinyal bahwa Persija Jakarta tengah membangun fondasi yang lebih kuat demi kembali bersaing dalam perebutan gelar juara Super League musim mendatang.

Langkah tersebut mendapat perhatian besar karena Persija menjadi salah satu klub Indonesia yang berhasil menggandeng merek olahraga kelas dunia. Setelah sebelumnya PSM Makassar bekerja sama dengan Adidas dan Persib Bandung menggandeng Kelme, kini Persija mengikuti jejak tersebut dengan kontrak jangka panjang.

Baca Juga: Hasil Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Menang Tipis 1-0, Los Cafeteros Tantang Swiss

Adidas Dukung Persija Selama Lima Tahun

Dalam pembahasan tersebut disebutkan bahwa kerja sama Persija Jakarta dengan Adidas berlangsung selama lima tahun. Dukungan tidak hanya diberikan kepada tim senior, tetapi juga seluruh kelompok usia mulai dari akademi hingga tim utama.

Selain menyediakan perlengkapan pertandingan dan latihan, Adidas juga disebut akan menggandeng beberapa pemain Persija sebagai brand ambassador. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan nilai komersial klub sekaligus memperkuat citra Persija di tingkat nasional.

Hal menarik lainnya adalah strategi harga jersey yang dinilai cukup ramah bagi suporter Indonesia.

Versi supporter dikabarkan dibanderol sekitar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu, sedangkan versi player issue dipasarkan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,1 juta. Rentang harga tersebut dianggap masih kompetitif untuk ukuran produk Adidas.

Dorong Penjualan Merchandise Original

Masuknya Adidas diharapkan membawa perubahan terhadap budaya pembelian merchandise sepak bola di Indonesia.

Selama ini penjualan produk original masih menjadi tantangan bagi sebagian besar klub Liga Indonesia. Kehadiran merek internasional dipercaya mampu meningkatkan minat suporter membeli jersey resmi sekaligus memperkuat pendapatan klub dari sektor komersial.

Keberhasilan PSM Makassar menjadi contoh nyata. Penjualan jersey Adidas disebut mencapai ribuan unit melalui platform e-commerce, bahkan antrean panjang sempat terjadi saat peluncuran jersey resmi di Makassar.

Keberhasilan tersebut menjadi alasan Adidas memperluas kerja sama dengan klub-klub Indonesia, termasuk Persija Jakarta. Bahkan muncul informasi bahwa masih ada dua klub Indonesia lainnya yang akan menyusul bergabung dengan apparel asal Jerman tersebut.

Apparel Lokal Diharapkan Ikut Berkembang

Masuknya brand internasional juga dinilai tidak menjadi ancaman bagi apparel lokal. Justru kondisi tersebut diharapkan menjadi pemacu agar produsen dalam negeri terus meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka.

Persaingan sehat diyakini akan menciptakan ekosistem sepak bola Indonesia yang semakin profesional, baik dari sisi bisnis maupun kualitas merchandise yang diterima para suporter.

Dengan semakin banyaknya pilihan apparel berkualitas, klub juga memiliki peluang memperoleh pendapatan lebih besar dari sektor penjualan resmi.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Terbaru: Argentina Lolos Dramatis, Duel Portugal vs Spanyol Dinanti

Persija Dikabarkan Dekati Kyohei Yoshino

Selain kabar kerja sama dengan Adidas, Persija juga disebut telah mencapai kesepakatan untuk merekrut gelandang bertahan asal Jepang, Kyohei Yoshino.

Pemain berusia 31 tahun itu memiliki pengalaman panjang di kompetisi Jepang bersama Sanfrecce Hiroshima, Vegalta Sendai, hingga Cerezo Osaka. Ia juga pernah berkarier di Liga Korea Selatan bersama Daegu FC.

Pengalaman tersebut membuat Yoshino dinilai sebagai sosok yang tepat mengisi posisi gelandang bertahan dalam skema permainan pelatih baru Persija.

Kemampuannya bukan hanya dalam memutus serangan lawan, tetapi juga membangun distribusi bola dari lini belakang menuju lini tengah dan depan.

Selain pernah memperkuat berbagai klub papan atas Asia, Yoshino juga memiliki pengalaman membela Timnas Jepang kelompok umur mulai U-17 hingga U-23.

Persiapan Menuju Musim Baru

Persija dikabarkan akan memulai latihan perdana pada pertengahan Juli sebelum mengikuti turnamen pramusim.

Urutan pengumuman yang dilakukan klub juga dinilai cukup terstruktur, mulai dari memperkenalkan pelatih baru, meluncurkan apparel resmi, hingga mendatangkan pemain-pemain anyar.

Apabila seluruh rencana tersebut berjalan sesuai harapan, Persija Jakarta diprediksi menjadi salah satu tim yang paling siap menghadapi kompetisi musim 2026-2027.

Kehadiran Adidas sebagai mitra resmi serta potensi bergabungnya Kyohei Yoshino menjadi sinyal bahwa Macan Kemayoran tidak hanya ingin tampil kompetitif, tetapi juga membangun klub yang lebih profesional dari sisi olahraga maupun bisnis.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Super League 2026-2027 #Kyohei Yoshino #Adidas Persija #persija jakarta #bursa transfer persija